Adik Tak Menyangka Kakaknya Setega Itu Bunuh Ibu di Ponorogo

Adik Tak Menyangka Kakaknya Setega Itu Bunuh Ibu di Ponorogo

Charolin Pebrianti - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 10:15 WIB
Adik Tak Menyangka Kakaknya Setega Itu Bunuh Ibu di Ponorogo
TKP ibu dibunuh anak di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Kabar tewasnya Nur Aini (55), seorang perempuan kepala keluarga yang ditemukan berlumuran darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Muhammad Gilang Satrio, adik dari A yang kini menjadi terduga pelaku, mengaku tak percaya kakaknya tega menghabisi nyawa ibu kandungnya.

"Ya gak percaya saja, kakak saya kok tega menghabisi ibu kami," ujar Gilang saat ditemui wartawan, Kamis (29/1/2026).

Gilang mengungkapkan, selama ini A dikenal sebagai pribadi pendiam, baik, dan sering mengobrol dengan keluarga. Karena itu, kabar yang menyebut kakaknya sebagai terduga pelaku membuatnya sangat terpukul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengar kabar itu saya syok, kaget. Gak nyangka aja ternyata terduga pelaku kakak saya sendiri," kata Gilang.

ADVERTISEMENT

Ia juga menceritakan, lima hari sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, A sempat datang ke rumahnya di Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dan mencurahkan perasaannya.

"Lima hari lalu curhat sama saya. Ekspresinya marah-marah. Marahnya karena sakit hati, teringat perlakuan ibu kepada kakak saya," ungkapnya.

Usai pertemuan tersebut, A kembali ke rumah ibunya di Desa Golan. Namun, Gilang mengaku kaget bukan kepalang saat mendapat kabar bahwa A menjadi terduga pelaku pembunuhan.

"Semoga kakak saya cepat diketemukan dalam kondisi sehat, sehingga bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Gilang.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, digegerkan dengan penemuan jasad Nur Aini pada Senin (26/1/2026). Korban ditemukan meninggal dunia berlumuran darah di dalam rumahnya dalam kondisi pintu terkunci dari dalam.

Polisi langsung memasang garis polisi (police line) dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas dari Polsek Sukorejo dan Satreskrim Polres Ponorogo turun ke lokasi, yang juga menjadi perhatian warga sekitar.

Satreskrim Polres Ponorogo kemudian mengidentifikasi terduga pelaku pembunuhan tersebut. Sesuai dugaan awal, pelaku mengarah pada A, yang merupakan anak kandung korban.

Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik mengungkap adanya luka serius di tubuh korban. "Ada sayatan di leher akibat benda tajam, serta banyak luka di bagian kepala, tangan, dan leher," berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di RSUD dr Harjono Ponorogo.

Hingga kini, polisi masih melakukan pencarian terhadap A untuk mengungkap secara tuntas motif dan kronologi pembunuhan tragis tersebut.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads