7 Fakta Tas Misterius Ungkap Jejak Buron Anak Bunuh Ibu di Ponorogo

7 Fakta Tas Misterius Ungkap Jejak Buron Anak Bunuh Ibu di Ponorogo

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 28 Jan 2026 10:45 WIB
7 Fakta Tas Misterius Ungkap Jejak Buron Anak Bunuh Ibu di Ponorogo
Kediaman wanita ditemukan tewas bersimbah darah di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Tas punggung berwarna oranye yang tertinggal di tebing Watusigar, Gunungkidul, menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya di Ponorogo. Di dalam tas tersebut, polisi menemukan senjata tajam, identitas, hingga barang pribadi yang mengarah pada terduga pelaku.

Temuan tas misterius ini membuka rangkaian fakta baru tentang pelarian terduga pelaku, sekaligus memperkuat penyelidikan polisi terhadap kematian Nur Aini (55) yang ditemukan bersimbah darah di rumahnya. Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru dalam kasus tersebut.

Fakta-fakta Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Ponorogo:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tas Berisi Sajam Ditemukan di Tebing Gunungkidul

Tas punggung yang ditemukan di tebing Watusigar berisi sejumlah barang pribadi dan senjata tajam, yang diduga kuat berkaitan dengan pelarian terduga pelaku setelah meninggalkan Ponorogo. Di dalam tas tersebut, polisi menemukan pakaian, identitas, hingga beberapa jenis senjata tajam yang kini dijadikan barang bukti utama dalam penyelidikan.

"Untuk isi tas warga oranye kombinasi cokelat itu ada beberapa potong pakaian dan senjata tajam berupa gorok lipat, pisau, kapak kecil dan gunting. Selain itu ada pula kartu identitas atas nama AS, kalau surat-surat kendaraan lengkap," kata Agus saat dihubungi detikJogja, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

Seluruh barang yang ditemukan di dalam tas tersebut telah diamankan dan diserahkan kepada penyidik Polres Ponorogo untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi kini memfokuskan pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut guna memastikan keterkaitannya dengan kasus pembunuhan di Desa Golan.

"Saat ini barang-barang tersebut (isi tas) sudah diserahkan ke personel Polres Ponorogo," ujarnya.

2. Polisi Belum Pastikan Pemilik Tas adalah Pelaku

Meski identitas pemilik tas telah diketahui, pihak kepolisian belum dapat memastikan bahwa orang tersebut merupakan pelaku pembunuhan, karena penanganan utama berada di bawah kewenangan Satreskrim Polres Ponorogo. Aparat di Gunungkidul saat ini hanya berperan membantu proses pencarian dan pengamanan lokasi.

"Kita belum bisa memastikan karena itu ranahnya dari Satreskrim Polres Ponorogo karena kita tidak menanganinya. Yang jelas kita hanya melaksanakan bantuan pencarian yang melibatkan potensi warga, Tim SAR, Ditpolairud, TNI AL hingga Jaga Warga Kalurahan Tileng," ucapnya.

3. Pencarian Masih Dilakukan oleh Tim Gabungan

Tim SAR gabungan bersama kepolisian terus melakukan penyisiran di sekitar tebing Watusigar, baik melalui jalur darat maupun laut, untuk mencari keberadaan terduga pelaku. Pencarian ini melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan dan masyarakat setempat.

"Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap yang bersangkutan," katanya.

4. Polisi Tegaskan Pelaku Diduga Anak Korban

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa terduga pelaku pembunuhan merupakan anak kandung korban sendiri, berdasarkan temuan di lokasi kejadian dan keterangan saksi. Polisi terus memperkuat dugaan tersebut melalui pemeriksaan barang bukti dan jejak pelarian.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku adalah anak korban, si A," tegas Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali, Selasa (27/1).

Tim penyidik menemukan petunjuk posisi terakhir terduga pelaku berada di wilayah Gunungkidul, sebelum diduga melanjutkan perjalanan ke arah lain. Di lokasi tersebut, terduga pelaku sempat menitipkan sepeda motor dan tas kepada warga.

"Tim Satreskrim menemukan petunjuk posisi terakhir calon terduga pelaku di Gunungkidul. Di sana bertemu dengan masyarakat, ada seorang laki-laki yang memberikan sepeda motor dan tas untuk diserahkan ke pihak kepolisian. Dia menitipkan barang tersebut karena akan melakukan perjalanan jauh," ungkapnya.

5. Polisi Amankan Sepeda Motor dan Kunci Gembok

Selain tas dan senjata tajam, polisi juga mengamankan sepeda motor serta dua kunci gembok yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembunuhan. Barang-barang tersebut kini dijadikan alat bukti untuk merekonstruksi kejadian.

"Setelah kami dalami, diserahkan sepeda motor, pisau, kapak, dan dua kunci gembok. Satu sebelumnya dibawa ibunya, satu dibawa terduga pelaku. Namun dua-duanya kunci itu dibawa pelaku," katanya.

Dari wilayah Gunungkidul, polisi juga mengamankan pisau dan kapak yang diduga digunakan untuk menganiaya korban. Barang-barang tersebut ditemukan di dalam tas yang ditinggalkan terduga pelaku.

"Kami mendapatkan barang bukti dari wilayah Gunungkidul berupa pisau dan kapak yang diduga digunakan pelaku. Barang-barang itu ada di dalam tas," tambah Imam.

6. Autopsi Ungkap Luka Serius di Tubuh Korban

Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami banyak luka akibat senjata tajam dan benda tumpul di beberapa bagian tubuh, terutama di kepala dan leher. Luka di bagian leher dinilai menjadi penyebab utama kematian korban.

"Kemarin dilakukan autopsi oleh rumah sakit RSUD dr Harjono Ponorogo. Hasil autopsi menyimpulkan bahwa banyak luka di bagian kepala, tangan, dan leher," ujar AKP Imam Mujali, Selasa (27/1/2026).

Tim medis menemukan luka sayatan serius di bagian leher korban yang hampir memutus jaringan, diduga akibat senjata tajam. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat kekerasan.

"Di kepala ada sayatan, ada bekas pukulan benda tumpul. Di leher ada sayatan hampir putus, kemungkinan menggunakan pisau atau benda tajam lainnya. Kesimpulan dokter, penyebab kematian adalah luka di leher," jelasnya.

7. Waktu Kejadian Diperkirakan Sabtu

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, polisi memperkirakan peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu pagi hingga sore hari. Estimasi waktu ini disesuaikan dengan kondisi jasad korban saat ditemukan.

"Kemungkinan berdasarkan hasil autopsi, kejadian diperkirakan terjadi hari Sabtu pagi sampai sore," tambahnya.

Warga sekitar mulai curiga setelah anak korban tidak terlihat sejak sehari sebelum jasad ditemukan, serta rumah korban tampak tidak seperti biasanya. Kecurigaan tersebut kemudian mendorong warga untuk melakukan pengecekan.

"Selama ini korban tinggal sama anaknya. Anaknya nggak ada mulai dari kemarin. Selalu hari-hari tertutup," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penemuan 5 Jasad Migran Terdampar di Pantai Libya"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads