Seorang anak yang diduga membunuh ibunya di Ponorogo, disebut kabur ke kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Pelariannya meninggalkan jejak. Tas diduga miliknya ditemukan tertinggal di tebing Watusigar, Ngasem, Tileng, Girisubo, Gunungkidul.
Tas ini diduga berkaitan dengan kasus pembunuhan di Ponorogo. Sebab, di dalam tas tersebut ditemukan sejumlah senjata tajam serta identitas pemiliknya, yang kini tengah diburu aparat.
Polsek Girisubo memastikan, tas yang tertinggal di lokasi memang berisi senjata tajam dan saat ini telah diamankan anggota Polres Ponorogo. Selain itu, Tim SAR Gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap pemilik tas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Girisubo, AKP Agus Supriyanta mengatakan, tas yang ditinggal di tebing Watusigar berupa tas punggung berwarna oranye kombinasi cokelat. Sedangkan isi dari tas tersebut bervariasi mulai pakaian, kartu identitas hingga sajam.
"Untuk isi tas warga oranye kombinasi cokelat itu ada beberapa potong pakaian dan senjata tajam berupa gorok lipat, pisau, kapak kecil dan gunting. Selain itu ada pula kartu identitas atas nama AS, kalau surat-surat kendaraan lengkap," kata Agus saat dihubungi detikJogja, Selasa (27/1/2026).
Agus melanjutkan, AS merupakan laki-laki berusia sekitar 30 tahun. Sedangkan merujuk kartu identitas itu, AS merupakan warga Ponorogo, Jawa Timur.
"Saat ini barang-barang tersebut (isi tas) sudah diserahkan ke personel Polres Ponorogo," ujarnya.
Agus mengaku belum bisa memastikan apakah AS merupakan pelaku pembunuhan wanita di Ponorogo akhir pekan lalu. Mengingat semua itu merupakan ranah dari Polres Ponorogo.
"Kita belum bisa memastikan karena itu ranahnya dari Satreskrim Polres Ponorogo karena kita tidak menanganinya. Yang jelas kita hanya melaksanakan bantuan pencarian yang melibatkan potensi warga, Tim SAR, Ditpolairud, TNI AL hingga Jaga Warga Kalurahan Tileng," ucapnya.
Menurut Agus, saat ini pencarian terhadap AS masih berlangsung. Pencarian dilakukan dengan penyisiran darat dan laut di sekitar tebing Watusigar.
"Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap yang bersangkutan," katanya.
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan pihaknya tidak membuka operasi pencarian khusus terhadap AS.
"Kami tidak buka operasi, kami tim laut cuma patroli laut dan tim darat membantu kepolisian penyisiran tebing dan pegunungan," ujar Sunu.
Sebelumnya, Polres Ponorogo tengah memburu pelaku pembunuhan terhadap Nur Aini (55), yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Polisi menduga pelaku merupakan anak kandung korban berinisial A.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku adalah anak korban, si A," tegas Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali, Selasa (27/1).
Tim Satreskrim Polres Ponorogo juga menelusuri jejak pelaku hingga ke wilayah Gunungkidul.
"Tim Satreskrim menemukan petunjuk posisi terakhir calon terduga pelaku di Gunungkidul. Di sana bertemu dengan masyarakat, ada seorang laki-laki yang memberikan sepeda motor dan tas untuk diserahkan ke pihak kepolisian. Dia menitipkan barang tersebut karena akan melakukan perjalanan jauh," ungkapnya.
Berita ini sudah tayang di detikJogja, baca berita selengkapnya di sini!
(auh/hil)











































