Fenomena ini terjadi saat matahari mencapai posisi tertinggi di langit pada suatu lokasi atau disebut kulminasi matahari.
Pantauan detikJatim saat fenomena ini terjadi, bayangan benda tegak terlihat bertumpuk dengan bendanya sendiri. Seperti bayangan gedung-gedung di kawasan Jalan Tunjungan yang terlihat hilang karena tidak menjorok ke sisi tertentu.
Begitupun dengan monumen Suroboyo Wani atau monumen knalpot brong yang terletak di sekitar kawasan tersebut terlihat tidak menjorok bayangannya.
Kondisi serupa juga bisa dilihat pada kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya. Bayangan roda dua maupun roda empat siang ini nampak menyatu dengan bodi kendaraannya.
Prakirawan BMKG Juanda Andrie Wijaya membenarkan bahwa matahari tepat di atas kepala pengamat atau kulminasi utama terjadi di Surabaya pada Senin (12/10/2026) pukul 11.15 WIB.
Menurut Andrie Wijaya, Kulminasi matahari terjadi karena rotasi bumi dan perubahan posisi semu matahari sepanjang tahun.