Jembatan Termangu Bikin Warga Tak Perlu Mutar hingga 30 Km

Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Warga di perbatasan Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Sumberpucung kini bisa bernapas lega.
Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Termangu yang membentang di atas Sungai Metro menjadi jalan pintas yang memangkas jarak tempuh antarwilayah.
Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Jembatan gantung tersebut diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan jembatan lainnya di Indonesia pada 9 Maret 2026.
Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Jembatan Garuda Termangu menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen. Nama 'Termangu' merupakan singkatan dari Ternyang dan Mangunrejo.
Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Jembatan tersebut memiliki panjang 143 meter dengan lebar 1,2 meter. Jembatan ini disebut sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Pulau Jawa. Pembangunannya dikerjakan secara swadaya oleh prajurit TNI AD bersama warga setempat.
Intip Jembatan Garuda Termangu Malang Sepanjang 143 Meter
Konstruksi jembatan memadukan material kayu, rangka baja, serta tali baja sebagai penopang. Jembatan itu membentang dari sisi timur hingga barat Sungai Metro dan menjadi penghubung bagi warga kedua wilayah.
Warga di perbatasan Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Sumberpucung kini bisa bernapas lega.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Termangu yang membentang di atas Sungai Metro menjadi jalan pintas yang memangkas jarak tempuh antarwilayah.
Jembatan gantung tersebut diresmikan secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan jembatan lainnya di Indonesia pada 9 Maret 2026.
Jembatan Garuda Termangu menghubungkan Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, dengan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen. Nama Termangu merupakan singkatan dari Ternyang dan Mangunrejo.
Jembatan tersebut memiliki panjang 143 meter dengan lebar 1,2 meter. Jembatan ini disebut sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Pulau Jawa. Pembangunannya dikerjakan secara swadaya oleh prajurit TNI AD bersama warga setempat.
Konstruksi jembatan memadukan material kayu, rangka baja, serta tali baja sebagai penopang. Jembatan itu membentang dari sisi timur hingga barat Sungai Metro dan menjadi penghubung bagi warga kedua wilayah.