Kegiatan budaya yang telah mengakar selama 28 tahun ini kini resmi masuk dalam kalender agenda tahunan Banyuwangi Ethno Festival (BEF) selama tiga tahun terakhir.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat Kembiritan yang konsisten merawat warisan leluhur tersebut di tengah arus modernisasi.
Kepala Desa Kembiritan, Sukamto, menjelaskan perkembangan sejarah serta teknis pelaksanaan pawai tradisi Endog-Endogan tahun ini yang melibatkan sedikitnya 1.500 peserta dari 19 kelompok kreasi budaya.
Tradisi ini diwariskan oleh para leluhur mereka sejak 28 tahun lalu. Dulunya perarakan kembang telur (endog-endogan) hanya berjalan kaki dan menggunakan becak roda tiga yang diusung oleh warga RT/RW setempat.
Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, panitia melakukan penyesuaian rekayasa rute dan lokasi kumpul peserta.
Titik awal (start) difokuskan dari Lapangan Kembiritan menuju arah utara agar antrean peserta tidak menumpuk di jalan utama, sementara titik akhir (finish) dialihkan ke perempatan SMA Taruna Bhayangkara.
Pawai ndog ndog an Desa Kembiritan berlangsung sejak pukul 06.30 WIB yang dijadwalkan berlangsung selama 3 jam hingga pukul 09.30 WIB.
Antuasias warga setempat juga ikut meramaikan kegiatan tahun disana.