Perayaan Hari Raya Karo 1948 Saka berlangsung khidmat di kawasan lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Ritual adat tahunan masyarakat Hindu Suku Tengger ini menjadi puncak rangkaian upacara yang melambangkan proses terciptanya langit, bumi, dan seluruh isinya.
Salah satu prosesi yang paling dinantikan adalah Tari Sodoran, tarian sakral yang sarat makna tentang asal-usul kehidupan dan keharmonisan manusia.
Perayaan diikuti warga dari tiga desa, yakni Desa Jetak, Desa Ngadisari, dan Desa Wonotoro.
Tahun ini, Desa Ngadisari bertindak sebagai kemanten putra sekaligus tuan rumah pelaksanaan ritual, sementara Desa Wonotoro menjadi kemanten putri dan Desa Jetak berperan sebagai saksi.