Gandhi mulai menekuni dunia burung pada 2008. Setelah sempat memelihara lovebird, ia beralih fokus ke murai batu pada 2015 karena melihat peluang usaha yang menjanjikan.
Kini ia mengelola 16 kandang penangkaran di Sidoarjo dan Purwodadi. Untuk meningkatkan produktivitas, Gandhi menerapkan sistem poligami, yakni satu pejantan dikawinkan dengan dua hingga tiga betina. Seluruh indukan dipilih dari trah burung juara.
Tak hanya beternak, Gandhi juga membuka sekolah mastering murai batu. Berbeda dengan metode yang memakai rekaman suara, ia menggunakan sekitar 60 burung master sebagai "guru vokal" agar hasil pemasteran lebih maksimal.
Biaya mastering dipatok Rp 400 ribu per bulan untuk anakan dan Rp 500 ribu untuk burung remaja maupun dewasa. Masa pendidikan berlangsung enam hingga tujuh bulan untuk anakan, sedangkan burung remaja sekitar tiga hingga empat bulan.
Usaha Gandhi kini memiliki pelanggan dari berbagai daerah hingga luar negeri, seperti Taiwan, Jepang, Korea, dan Afrika. Anakan murai usia satu bulan dijual Rp 3 juta-Rp 7,5 juta, dengan daftar tunggu pembeli yang terus bertambah.