Tradisi Kebo-keboan berlangsung dengan cara "kerbau" diarak keliling penjuru desa. Kerbau kerbau adalah simbol dari kesejahteraan dan kemuliaan petani Desa Alasmalang.
Setiap bulan Muharam mereka menggelar ritual kebo keboan sebagai ungkapan syukur atas panen raya dan tolak bala agar hasil panen tak diserang hama penyakit.
Budayawan Banyuwangi Aekanu Hariyono mengungkapkan, ada makna yang lebih dalam pada tradisi kebo keboan alas Malang. Yakni, semangat komunal dalam memanjatkan keinginan pada Tuhan lewat tradisi dengan berbagai latar belakang agama.
Selain itu, nuansa agraris dalam tradisi ini juga menjadi simbol gemah ripah loh Jinawi dengan membawa semangat bagi seluruh masyarakat alas Malang untuk mencintai alam dan lingkungannya.
Mereka berjalan seperti kerbau yang sedang membajak sawah, berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan di perut mereka ditali seperti kerbau.
Kerbau yang dimaksud adalah warga Alasmalang yang merupakan keturunan leluhur pendiri desa tersebut yang berdandan seperti kerbau. Mereka menjadi lantaran ritual menjaga tradisi dan kearifan lokal Banyuwangi.