Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum destinasi wisata ekstrem tersebut dibuka untuk umum.
Kegiatan pre-launching dihadiri Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Presiden Direktur The Lawu Group Parmin Sastro, unsur Forkopimka Sukapura, serta perwakilan masyarakat Tengger Bromo.
Dalam kegiatan tersebut, para tamu undangan berkesempatan menjajal sensasi berjalan di atas lantai kaca sepanjang 130 meter yang membentang di ketinggian sekitar 83 meter.
Uji coba dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kesiapan operasional sebelum destinasi tersebut dibuka secara resmi.
Jembatan kaca yang diklaim sebagai salah satu yang pertama di Indonesia itu menggunakan material laminated glass, yakni perpaduan tempered glass dengan lapisan interlayer SentryGlass Plus (SGP).
Setiap panel kaca berukuran 1,8 meter x 1,5 meter dengan berat sekitar 180 kilogram. Struktur panel terdiri atas kaca setebal 12 milimeter, lapisan SGP setebal 1,52 milimeter, dan kaca 12 milimeter sehingga memiliki ketebalan total mencapai 25,52 milimeter.
Konstruksi tersebut dirancang untuk memberikan tingkat keamanan yang tinggi bagi pengunjung.