Penelusuran detikJatim ke lokasi memastikan bahwa video tersebut bukanlah penemuan baru, melainkan dokumentasi lama saat proses ekskavasi berlangsung.
Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, meluruskan simpang siur informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa visual yang beredar merupakan rekaman saat tim arkeologi bekerja beberapa tahun silam.
Situs Adan-Adan sebenarnya sudah menjadi perhatian arkeolog nasional sejak ditemukan pada tahun 2016.
Ekskavasi dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun. Berdasarkan hasil penelitian sementara, situs ini merupakan kompleks candi Buddha yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.
Salah satu daya tarik utama situs ini adalah keberadaan Makara (hiasan tangga candi) berukuran sangat besar. Bahkan, ukurannya disebut-sebut melampaui Makara yang ada di Candi Borobudur.