Berawal dari konten viral yang menembus ratusan ribu penayangan di media sosial, kegiatan yang digagas Komunitas Bermain Surabaya ini sukses menarik hingga ratusan peserta dari berbagai latar belakang dan usia.
Beragam permainan tradisional seperti lompat tali, gobak sodor, engklek, hingga kotak pos dimainkan bersama, menciptakan suasana interaktif yang menghapus sekat antar individu.
Di tengah keramaian, peserta yang sebelumnya tidak saling mengenal tampak berbaur, menunjukkan bagaimana ruang bermain mampu membangun kedekatan sosial secara alami.
Tak jarang anak-anak hingga orang dewasa turut terlibat dalam permainan, menciptakan suasana inklusif tanpa batasan usia.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Bermain Surabaya menghadirkan kembali esensi sederhana masa kecil, membuktikan bahwa di tengah arus digital, tawa dan kebersamaan tetap menemukan jalannya untuk hidup di ruang publik.