Upacara adat diawali dengan kirab tumpeng agung dan aneka hasil bumi dari kantor Kecamatan Watulimo menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi di Desa Tasikmadu. Kirab diikuti oleh para pemangku adat serta masyarakat nelayan.
Tiba di pelabuhan prosesi dilanjutkan dengan doa dan pembacaan sejarah pembukaan kawasan Prigi menjadi pusat ekonomi dan perkampungan oleh Tumenggung Yudo Negoro.
Ketua Panitia Larung Sembonyo, Wanto, mengatakan tumpeng dan aneka hasil bumi selanjutnya dibawa ke tengah laut dengan ditarik kapal nelayan.
Upacara adat ini tegap digelar setiap bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Meskipun saat kondisi tangkapan ikan para nelayan mengalami paceklik pihaknya tetap menggelar Sembonyo sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mengenang Tumenggung Yudo Negoro yang telah membuka kawasan Prigi.