Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak

Foto Jatim

Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak

Bakrie - detikJatim
Selasa, 07 Apr 2026 14:16 WIB

Nganjuk - Kenaikan harga kedelai sejak awal Ramadan membuat produsen tahu di Nganjuk menghadapi dilema berat. Biaya produksi naik, sementara harga jual masih ditahan.

Dilema Produsen Tahu di Nganjuk Gegara Harga Kedelai Melonjak
Suasana pabrik tahu rumahan yang tetap beroperasi dengan 11 pekerja meski keuntungan semakin menipis akibat kenaikan bahan baku.
Dilema Produsen Tahu di Nganjuk Gegara Harga Kedelai Melonjak
Aktivitas pekerja saat memotong tahu di tengah kenaikan harga kedelai yang membuat biaya produksi semakin membengkak.
Dilema Produsen Tahu di Nganjuk Gegara Harga Kedelai Melonjak
Kenaikan harga kedelai akibat konflik di Timur Tengah dirasakan produsen tahu di Nganjuk. Salah satunya dialami Sumiatun (70), pemilik pabrik tahu rumahan di Lingkungan Mantup, Kelurahan Kramat, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.
Dilema Produsen Tahu di Nganjuk Gegara Harga Kedelai Melonjak
Perempuan yang telah menggeluti usaha tahu sejak 1988 itu mengaku harga kedelai kini melonjak signifikan. Dari sebelumnya di kisaran Rp8.000-Rp9.0000 per kilogram, kini menembus Rp11.000 per kilogram.
Dilema Produsen Tahu di Nganjuk Gegara Harga Kedelai Melonjak
Kondisi ini membuat Sumiatun dilema. Di satu sisi kenaikan bahan baku ini membuat biaya produksi membengkak. Sementara ia juga belum berani menaikkan harga jual, karena akan diprotes pedagang.
Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak
Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak
Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak
Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak
Produsen Tahu Nganjuk Pilih Tahan Harga Meski Biaya Membengkak
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads