Seorang pekerja sedang memotong drum dan membentuk logam secara manual. Palu, pahat, dan kikir digunakan bergantian, dengan irama pukulan yang konstan mengikuti bentuk yang diinginkan.
Di sudut lain bengkel, drum-drum yang telah dipotong mulai memasuki tahap penyempurnaan. Beberapa diberi tambahan pegangan besi, sementara lainnya disiapkan untuk dicat sesuai pesanan pelanggan.
Proses pengecatan menjadi tahap akhir sebelum drum siap digunakan. Dengan balutan warna cerah, drum bekas tersebut berubah menjadi tong sampah, penampung air, hingga tungku yang siap dipasarkan.
Produk-produk hasil olahan bengkel ini kemudian diangkut menggunakan mobil pikap untuk didistribusikan ke berbagai wilayah, bahkan hingga luar pulau. Dari bengkel sederhana di Jalan Waspada, limbah pabrik pun mendapat kehidupan baru.
Dari lokasi inilah limbah industri diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.