Melihat Tradisi Nyadran Warga Pesisir Sidoarjo

Ritual yang digelar setiap akhir bulan Ruwah ini diawali dengan arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi. Warga, yang didominasi kaum ibu, turut membawa tumpeng untuk dihantarkan ke makam Dewi Sekardadu, yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri.
Pantauan detikJatim di Sungai Desa Balongdowo, arak-arakan berlangsung meriah. Tumpeng raksasa diarak menuju lokasi pemberangkatan sebelum akhirnya diperebutkan warga sebagai simbol berkah.
Persiapan dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Setiap kelompok perahu bahkan merogoh kocek hingga Rp 45–55 juta untuk perlengkapan, termasuk mendatangkan crane guna menempatkan genset dan perangkat suara di atas perahu.
Setelah berziarah dan menggelar doa bersama, warga melarungkan tumpeng dan sesaji ke laut dekat Selat Madura.
Prosesi ini menjadi simbol sedekah bumi dan laut, serta harapan agar nelayan diberi rezeki melimpah dan keselamatan selama melaut.
Ritual yang digelar setiap akhir bulan Ruwah ini diawali dengan arak-arakan perahu yang membawa tumpeng hasil bumi. Warga, yang didominasi kaum ibu, turut membawa tumpeng untuk dihantarkan ke makam Dewi Sekardadu, yang diyakini sebagai ibunda Sunan Giri.
Pantauan detikJatim di Sungai Desa Balongdowo, arak-arakan berlangsung meriah. Tumpeng raksasa diarak menuju lokasi pemberangkatan sebelum akhirnya diperebutkan warga sebagai simbol berkah.
Persiapan dilakukan sejak dua hari sebelumnya. Setiap kelompok perahu bahkan merogoh kocek hingga Rp 45–55 juta untuk perlengkapan, termasuk mendatangkan crane guna menempatkan genset dan perangkat suara di atas perahu.
Setelah berziarah dan menggelar doa bersama, warga melarungkan tumpeng dan sesaji ke laut dekat Selat Madura.
Prosesi ini menjadi simbol sedekah bumi dan laut, serta harapan agar nelayan diberi rezeki melimpah dan keselamatan selama melaut.