Berlokasi di Jalan Wisma Kedung Asem Indah, Rungkut, Surabaya, berdiri Namira Ecoprint, usaha fashion ramah lingkungan yang mengusung tagline Handmade with Heart for Earth.
Seluruh produknya dibuat tanpa bahan kimia, menggunakan pewarna alami dari dedaunan dan bunga.
Namira Ecoprint didirikan pada 2019 oleh Yayuk Eko Agustin. Ketertarikannya pada ecoprint bermula dari program smart city Pemkot Surabaya yang mendorong tiap kampung memiliki produk unggulan. Meski telah pensiun sebagai ASN Pemkot Surabaya, Yayuk mengaku tetap aktif berkegiatan.
Namira Ecoprint meraih sejumlah penghargaan, seperti UKM Berprestasi, Inovator UKM Hijau, hingga Pengusaha Berprestasi. Produknya bahkan menembus pasar internasional, mulai Kanada, Arab Saudi, Oman, Thailand, Malaysia, hingga San Francisco, Amerika Serikat.
Berbeda dengan batik pada umumnya, ecoprint mengandalkan dedaunan, bunga, dan kulit pohon sebagai pencetak motif. Prosesnya tanpa bahan kimia dan tidak menghasilkan limbah berbahaya.
Keunikan ecoprint terletak pada hasilnya yang tak pernah sama. Faktor alam sangat memengaruhi warna dan motif, sehingga Yayuk tak menerima pesanan dengan permintaan khusus.