Potret Kasi Penjaga Perlintasan Kereta Api di Surabaya

Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Ia adalah Kasi, warga asal Jember yang sudah lama tinggal di Surabaya.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Usianya kini memasuki 72 tahun dan sudah 35 tahun hidupnya berpaut dengan rel kereta. Ia adalah sukarelawan penjaga perlintasan kereta api tanpa palang di Surabaya.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Tangannya sigap menarik palang manual, sementara matanya awas menembus kejauhan, mengantisipasi laju kereta yang datang.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Dari pantauan detikJatim, Kasi selalu berdiri tepat di sisi rel. Meski rambutnya hingga jenggotnya memutih, sorot matanya tetap tajam. Bahkan sebelum bel peringatan berbunyi.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Ia mengenakan caping dan rompi hijau untuk melindungi diri dari panas terik. Tak ada informasi resmi jadwal kereta api yang akan melintas.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Kasi mulai menjaga perlintasan itu sejak 1991. Ia berjaga di sana menghentikan arus kendaraan agar tak terjadi kecelakaan dengan kereta. Palangnya masih manual. Tak ada pos resmi, tak ada sistem otomatis.
Potret Kasi penjaga perlintasan kereta api di Surabaya
Ia tak hanya menutup palang, tapi juga terkadang mengingatkan pengendara yang nekat menerobos.
Ia adalah Kasi, warga asal Jember yang sudah lama tinggal di Surabaya.
Usianya kini memasuki 72 tahun dan sudah 35 tahun hidupnya berpaut dengan rel kereta. Ia adalah sukarelawan penjaga perlintasan kereta api tanpa palang di Surabaya.
Tangannya sigap menarik palang manual, sementara matanya awas menembus kejauhan, mengantisipasi laju kereta yang datang.
Dari pantauan detikJatim, Kasi selalu berdiri tepat di sisi rel. Meski rambutnya hingga jenggotnya memutih, sorot matanya tetap tajam. Bahkan sebelum bel peringatan berbunyi.
Ia mengenakan caping dan rompi hijau untuk melindungi diri dari panas terik. Tak ada informasi resmi jadwal kereta api yang akan melintas.
Kasi mulai menjaga perlintasan itu sejak 1991. Ia berjaga di sana menghentikan arus kendaraan agar tak terjadi kecelakaan dengan kereta. Palangnya masih manual. Tak ada pos resmi, tak ada sistem otomatis.
Ia tak hanya menutup palang, tapi juga terkadang mengingatkan pengendara yang nekat menerobos.