Kegiatan diikuti 34 peserta dari kota dan kabupaten Probolinggo. Ajang ini juga menjadi silaturahmi para petani di Probolinggo, sekaligus penanda datangnya musim tanam (musim saka).
Kerapan sapeh sakak merupakan tradisi khas masyarakat agraris yang memadukan unsur budaya, olahraga tradisional, dan kearifan lokal.
Puluhan pasang sapi adu kecepatan dan kekompakan saat membajak sawah, disaksikan ratusan warga yang memadati area lapangan.
Seorang joki sedang memacu sapi saat perlombaan.
Dengan antusiasme peserta dan penonton yang tinggi, kerapan sapeh sakak di Desa Jangur tidak hanya menjadi ajang perlombaan saja. Namun, juga menjadi simbol pelestarian budaya, penguatan ekonomi desa, serta penyambutan musim tanam bagi para petani.