Potret Muhammad Nashir dari Guru Sukses Pengelola Sampah

Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai guru swasta demi menggeluti pengelolaan sampah.
Bermula dari kesulitan membagi waktu antara mengajar dan mengolah sampah, Nashir akhirnya memutuskan untuk memilih menggeluti kecintaannya pada pengelolaan sampah dibanding mengajar di sekolah.
Nashir sudah sekitar 5 tahun menjadi seorang pengajar, di saat yang sama ia juga mengolah sampah di rumahnya. Ia mencoba mengoptimalkan waktunya untuk mengolah sampah pada jam istirahat sekolah dan sepulang dari mengajar.



Dari sampah, Nashir berhasil mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta setiap bulan. Penghasilan itu ia peroleh dari iuran sampah yang diberikan warga secara sukarela.




Ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai guru swasta demi menggeluti pengelolaan sampah.
Bermula dari kesulitan membagi waktu antara mengajar dan mengolah sampah, Nashir akhirnya memutuskan untuk memilih menggeluti kecintaannya pada pengelolaan sampah dibanding mengajar di sekolah.
Nashir sudah sekitar 5 tahun menjadi seorang pengajar, di saat yang sama ia juga mengolah sampah di rumahnya. Ia mencoba mengoptimalkan waktunya untuk mengolah sampah pada jam istirahat sekolah dan sepulang dari mengajar.
Dari sampah, Nashir berhasil mengumpulkan pendapatan bersih sekitar Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta setiap bulan. Penghasilan itu ia peroleh dari iuran sampah yang diberikan warga secara sukarela.