Latihan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, khususnya insiden kecelakaan pesawat.
Simulasi melibatkan ratusan personel lintas instansi dengan tiga skenario berbeda: aircraft accident, airport security, dan fire building.
Dalam skenario utama, pesawat fiktif Udara Air Boeing 737-300 nomor penerbangan UDA001 rute Surabaya-Kuala Lumpur mengalami bird strike sesaat setelah lepas landas. Mesin No.2 mati, dan pilot memutuskan kembali ke bandara (Return to Base).
Namun, di tengah perjalanan kedua mesin gagal berfungsi (dual engine failure) hingga pesawat jatuh di sektor H6.
Selain kecelakaan pesawat, latihan juga mencakup simulasi kebakaran gedung komersial di Terminal 2 (fire building) dan penanganan terorisme serta ancaman yang melibatkan Puspenerbal, Lanudal Juanda, dan tim Jihandak TNI AL.