Potret Rumah Kuno di Sidoarjo Berusia Satu Abad

Potret rumah indis di Sidoarjo berusia satu abad
Pantauan di lokasi, selain angka '908' masih terbaca dengan jelas di fasad bangunan itu tulisan "H. M. Tair". H.M. Tair diduga adalah nama pemilik atau keluarga yang pernah menempati rumah itu.
Menengok Rumah Indis di Porong Sidoarjo yang Berusia Seabad Lebih
Meski kini berada sekitar 10 meter di bawah permukaan jalan raya Porong akibat peninggian proyek jembatan Sungai Porong, struktur rumah ini tetap utuh dan tetap berdiri kokoh.



Menengok Rumah Indis di Porong Sidoarjo yang Berusia Seabad Lebih
Bangunan ini menampilkan elemen-elemen khas rumah bergaya Indis. Warna dinding didominasi oleh krem dan putih dengan jendela-jendela berukuran besar yang berlapis dan dilengkapi jalusi atau krepyak, komponen penting untuk mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah.



Menengok Rumah Indis di Porong Sidoarjo yang Berusia Seabad Lebih
Rumah bergaya Indis itu, yakni gaya arsitektur yang merupakan hasil akulturasi Budaya Belanda dengan budaya lokal Jawa itu menjadi saksi bisu sejarah panjang Hindia Belanda di tanah Sidoarjo



Menengok Rumah Indis di Porong Sidoarjo yang Berusia Seabad Lebih
Dinding rumah kuno itu terlihat masih kokoh, tebal, dan terbuat dari susunan bata merah dengan ketebalan antara 15 hingga 30 sentimeter. Di bagian dalam, lantainya menggunakan material teraso yang sebagian besar masih menunjukkan keaslian dan keutuhannya.



Pantauan di lokasi, selain angka 908 masih terbaca dengan jelas di fasad bangunan itu tulisan H. M. Tair. H.M. Tair diduga adalah nama pemilik atau keluarga yang pernah menempati rumah itu.
Meski kini berada sekitar 10 meter di bawah permukaan jalan raya Porong akibat peninggian proyek jembatan Sungai Porong, struktur rumah ini tetap utuh dan tetap berdiri kokoh.
Bangunan ini menampilkan elemen-elemen khas rumah bergaya Indis. Warna dinding didominasi oleh krem dan putih dengan jendela-jendela berukuran besar yang berlapis dan dilengkapi jalusi atau krepyak, komponen penting untuk mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah.
Rumah bergaya Indis itu, yakni gaya arsitektur yang merupakan hasil akulturasi Budaya Belanda dengan budaya lokal Jawa itu menjadi saksi bisu sejarah panjang Hindia Belanda di tanah Sidoarjo
Dinding rumah kuno itu terlihat masih kokoh, tebal, dan terbuat dari susunan bata merah dengan ketebalan antara 15 hingga 30 sentimeter. Di bagian dalam, lantainya menggunakan material teraso yang sebagian besar masih menunjukkan keaslian dan keutuhannya.