Potret Tasripan Belasan Tahun Huni Gubuk Dekat Tanggul Lumpur Lapindo

Sembari mengayuh sepeda tua, lelaki renta ini mencari botol bekas demi bisa sekadar makan sehari.



19 tahun sudah tragedi semburan lumpur panas Lapindo melanda Porong, Sidoarjo. Namun hingga kini, dampaknya masih membekas bagi sebagian korban.



Salah satunya Tasripan, yang bertahan hidup di gubuk reot pinggir tanggul lumpur Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.



Dulu, Tasripan tinggal di Desa Ketapang sebelum rumah dan penghidupannya hilang akibat semburan lumpur Lapindo.



Meski sempat menerima ganti rugi Rp 80 juta, dana itu harus dibagi dengan dua anaknya dan tak cukup untuk membangun rumah kembali.



Foto:Sejak 2013, pria renta ini memilih menetap di gubuk seadanya tepat di bawah tanggul penahan lumpur. Bangunan berukuran 3x2 meter itu berdinding banner bekas, beratap asbes tua, tanpa listrik, dan menjadi saksi bisu perjuangannya sehari-hari.



Namun, kisah pilu itu berakhir hari ini. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turun langsung dan memindahkan Tasripan ke tempat tinggal yang lebih layak setelah melihat langsung kondisi mengenaskan gubuk yang selama ini ia tempati.



Sembari mengayuh sepeda tua, lelaki renta ini mencari botol bekas demi bisa sekadar makan sehari.
19 tahun sudah tragedi semburan lumpur panas Lapindo melanda Porong, Sidoarjo. Namun hingga kini, dampaknya masih membekas bagi sebagian korban.
Salah satunya Tasripan, yang bertahan hidup di gubuk reot pinggir tanggul lumpur Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
Dulu, Tasripan tinggal di Desa Ketapang sebelum rumah dan penghidupannya hilang akibat semburan lumpur Lapindo.
Meski sempat menerima ganti rugi Rp 80 juta, dana itu harus dibagi dengan dua anaknya dan tak cukup untuk membangun rumah kembali.
Foto:Sejak 2013, pria renta ini memilih menetap di gubuk seadanya tepat di bawah tanggul penahan lumpur. Bangunan berukuran 3x2 meter itu berdinding banner bekas, beratap asbes tua, tanpa listrik, dan menjadi saksi bisu perjuangannya sehari-hari.
Namun, kisah pilu itu berakhir hari ini. Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turun langsung dan memindahkan Tasripan ke tempat tinggal yang lebih layak setelah melihat langsung kondisi mengenaskan gubuk yang selama ini ia tempati.