Festival Bantengan Nuswantara akan kembali diselenggarakan di Kota Batu. Acara bertajuk '18th Trance Festival 2026' ini akan dikemas menjadi beberapa rangkaian kegiatan dan puncaknya ada pawai budaya Bantengan pada 2 Agustus 2026 yang melintasi jalur protokol yakni Jalan Gajah Mada dan Jalan Panglima Sudirman.
Dengan terselenggaranya event tahunan ini, Satlantas Polres Batu telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan skema pengalihan arus. Terlebih dihari yang sama ada beberapa event besar yang juga digelar di wilayah hukum Polres Batu.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Matheus Jaka Iswantara mengatakan bahwa pihaknya akan memberlakukan penutupan total pada sejumlah ruas jalan protokol selama karnaval Bantengan berjalan. Beberapa ruas jalan yang ditutup antara lain Jalan Gajah Mada, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Agus Salim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, kami akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalur selama kegiatan bantengan berjalan," kata Jaka saat dihubungi detikJatim pada Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, Jalan Panglima Sudirman tidak akan ditutup total pada saat karnaval Bantengan. Namun, hanya ditutup untuk satu ruas saja.
"Jadi satu ruas Jalan Panglima Sudirman yang dari arah Alun-Alun Kota Batu menuju ke arah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang itu ditutup untuk jalur karnaval. Sementara untuk satu ruas lagi dari arah berlawanan tetap bisa dilalui pengendara," jelas Jaka.
Dengan adanya penutupan satu ruas jalur protokol tersebut, Jaka menghimbau kepada pengguna jalan maupun wisatawan untuk mengambil rute lain. Yakni, melewati Jalan Sultan Agung - Jalan Abdul Gani - Jalan Suropati.
"Jadi yang dari arah Kota Malang dan Surabaya, ketika mau ke arah Kediri via Kecamatan Pujon bisa melalui Taman Makam Pahlawan (simpang tiga dari Jalan Abdul Gani menuju Jalan Suropati). Sementara arah sebaliknya Kediri menuju Kota Batu tetap bisa melalui jalur protokol Jalan Panglima Sudirman," terangnya.
Sebagai informasi, rangkaian acara Bantengan Nuswantara diawali pada Rabu 29 Juli 2026 di Sanggar Batik Bantengan Agung dengan agenda pembukaan, penganugerahan, serta konser mini. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Kamis 30 Juli 2026 dengan pameran dan pertunjukan seni di Galeri Raos.
Selanjutnya, pada Jumat 31 Juli 2026, acara bergeser ke lokasj sakral Punden Mbah Ageng, Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, yang menampilkan deretan kolaborasi bakat lokal dan internasional.
Puncak perhelatan Bantengan Nuswantara bakal tersaji pada Minggu 2 Agustus 2026 melalui Karnaval Bantengan Nuswantara. Pawai budaya skala besar ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga malam.
Para peserta pawai nantinya akan bergerak dari area Stadion Brantas, melintas Titik Nol Alun-Alun Kota Batu, dan mengakhiri rute di depan Rumah Dinas Wali Kota Batu.
(ihc/abq)
