Kisah Peternak Sidoarjo Sukses Jual Rumput Online hingga ke Aceh

Kisah Peternak Sidoarjo Sukses Jual Rumput Online hingga ke Aceh

Suparno - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 18:40 WIB
Peternak Sidoarjo sukses jual rumput online
Peternak Sidoarjo sukses jual rumput online (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Aktivitas mencari rumput atau ngarit selama ini identik dengan rutinitas harian para peternak. Namun, kebutuhan pakan kini ternyata tak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga dan waktu mereka.

Seorang warga Tulangan, Sidoarjo, berhasil menangkap peluang usaha dengan menjual rumput secara online dan kini meraup pelanggan dari berbagai daerah di Nusantara.

Adalah Yulianto, peternak asal Tulangan, yang menginisiasi penjualan rumput atau suket melalui platform daring. Usaha ini berawal dari pengalaman pribadi saat ia mengelola lahan yang semula ia siapkan untuk stok pakan kambing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya lahan itu mau saya gunakan untuk stok pakan saja. Tapi ternyata terlalu luas, dan kambing saya tidak akan mampu menghabiskan semua rumputnya," ujar Yulianto saat ditemui detikJatim proses pengemasan, Jumat (27/11/2025).

ADVERTISEMENT

Melihat potensi tersebut, ia bersama kerabatnya memutuskan untuk menanam rumput di lahan kosong miliknya. Tidak disangka, langkah sederhana itu membuka peluang bisnis yang kini berkembang pesat.

Yulianto menjual dua jenis rumput, yaitu rumput gajah potongan panjang (odot) dan rumput potongan pendek (biovitas). Melalui penjualan daring, harga rumput dibanderol Rp 5.000 per kilogram, sementara secara offline hanya Rp 2.000 per kilogram.

"Dulu saya coba-coba jual rumput, ternyata peminatnya sangat banyak. Dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Blitar, Sidoarjo, sampai Surabaya. Banyak pembeli itu untuk kambing, yang kedua kelinci. Pet shop juga banyak yang ambil," tuturnya.

Menurutnya, setiap hari selalu ada pengiriman ke luar kota. Bahkan, permintaan dari pelanggan di Aceh menjadi bukti bahwa usahanya menjangkau pasar nasional.

Tak hanya peternak kambing, Yulianto juga mendapat permintaan besar dari peternak kelinci dan toko hewan. Menurutnya, pakan premium untuk kelinci terutama jenis impor atau yang digunakan untuk kontes membutuhkan kualitas rumput yang baik.

"Kelinci itu banyak peminatnya sekarang. Yang untuk kontes perlu pakan bagus. Bahan pakan mereka dari tepung jagung dan jagung juga, jadi harus lengkap nutrisinya," jelas Yulianto.

Meski permintaan terus meningkat, Yulianto mengaku belum bisa memenuhi order dalam jumlah besar, terutama untuk permintaan 1-2 ton dari luar kota seperti Lamongan, Gresik, dan Jombang.

"Kita belum bisa karena masih terkendala aktivitas dan tempat. Tapi rencana ke depan saya ingin bikin gudang besar untuk fokus jualan silase. Target sekali produksi bisa 30 sampai 50 ton," katanya.

Selain rumput segar, ia juga menjual silase, konsentrat, serta produk nutrisi lainnya. Ke depan, Yulianto berencana memproduksi pakan pelet untuk kebutuhan kambing, sapi, hingga kelinci.

Saat ini, omzet usaha Yulianto masih berada di bawah Rp 5 juta per bulan. Namun ia optimistis dapat meningkatkan pendapatan hingga Rp 20 juta setelah memperluas kapasitas penyimpanan dan produksi.

"Kalau tempatnya nanti sudah memadai, Insyaallah omzet bisa naik sampai Rp 20 juta," ujarnya.

Dengan memanfaatkan teknologi dan mengubah pola tradisional ngarit menjadi layanan pakan siap kirim, Yulianto membuktikan bahwa inovasi di sektor peternakan dapat membuka peluang ekonomi yang besar, bahkan dari kampung di Tulangan, Sidoarjo.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads