Inovasi Telur Asin Bakar di Surabaya Pakai Bonggol Jagung dari Petani

Chilyah Aulia - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 11:15 WIB
Telur asin bakar yang diproduksi pakai bonggol jagung di Surabaya/Foto: Chilyah Aulia/detikJatim
Surabaya -

Agen Telur Rungkut, Surabaya yang sejak 2008 lahir hanya dengan satu karyawan, kini telah memberdayakan puluhan pekerja bahkan yang sudah berusia lanjut usia (lansia). Berawal dari penjual telur ayam kampung, kini semakin dikenal dengan inovasi telur asin bakar menggunakan bonggol jagung.

"Kita nggak ada niat awalnya buat bikin. Karena ada tender datang, jadi kita termotivasi. Drumnya pakai drum bekas yang dibentuk sama tukang," ujar pemilik usaha, Lala, Sabtu (29/11/2025).

Penggunaan bonggol jagung sebagai bahan bakar awalnya diperoleh dari petani sekitar.

Telur asin bakar yang diproduksi pakai bonggol jagung di Surabaya Foto: Chilyah Aulia/detikJatim

"Karyawan kita dikasih orang. Jagungnya dipakai, bonggolnya dibuang. Ternyata bisa diolah dan baunya beda, lebih enak dan wangi daripada pakai arang," kata Lala.

Menurutnya, aroma asap dari bonggol jagung lebih netral dan tidak sekuat arang, sehingga lebih diterima konsumen.

Namun, penggunaan bonggol jagung menyisakan tantangan. Pada musim hujan, bahan itu sulit kering sehingga sebagian yang dijual masih lembap. Seiring meningkatnya permintaan, mesin produksi mereka pun harus berkembang dari satu menjadi tiga unit.

Berbeda dari kebanyakan telur asin yang dikirim dari Brebes, proses pembakaran di agen telur rungkut hanya dilakukan melalui gudang milik mereka sendiri, di Kediri. Tidak diupayakan di Surabaya, karena asapnya akan mengganggu lingkungan warga.

Agen Telur Rungkut juga memproses telur tawar menjadi telur asin sendiri. Semua pengolahan dilakukan mandiri, karena kondisi telur bebek yang lebih cepat rusak.

Isna, salah satu karyawati, menjelaskan proses awal.

"Direndam dulu selama ini pakai pasir sekam. Delapan belas hari supaya asin. Lebih cepat pakai air garam. tetapi yang pakai pasir sekam lebih awet." katanya.

Varian telur asin hijau, prosesnya cukup direbus. Namun untuk telur asin bakar, tahapannya lebih panjang, yakni direbus dulu, kemudian diasap sambil dibolak-balik. Bila gagal, kematangannya tidak merata dan memengaruhi keputusan konsumen. Dari warna biru menjadi coklat menarik.



Simak Video "Upaya Eri Cahyadi Menggaet Turis lewat "Surabaya Holiday Super Sale""


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork