Cerita Rahmad Ikut Padat Karya, Lewat Paving Kini Penghasilannya Rp 6 Juta/Bulan

Cerita Rahmad Ikut Padat Karya, Lewat Paving Kini Penghasilannya Rp 6 Juta/Bulan

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 11 Nov 2022 15:17 WIB
Cerita Warga Surabaya Berpenghasilan Rp 6 Juta dari Paving Hasil Program Padat Karya
Pembuatan paving (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Tumpukan paving yang masih basah hingga kering tertata dengan rapi. Suara mesin pengaduk dan pencetak paving terdengar dari usaha yang dilakukan masyarakat Surabaya. Pembuatan paving itu dilakukan 12 orang yang mengikuti program padat karya diinisiasi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Program padat karya di Kota Pahlawan salah satu cara pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Tujuannya mendongkrak perekonomian masyarakat. Tak semata-mata memberikan pekerjaan, melainkan diberi pelatihan hingga lihai, kemudian warga berpenghasilan rendah (MBR) mendapat fasilitas dari aset pemkot sebagai tempat produksi.

Keikutsertaan padat karya sejak Juli 2022 membuat pesanan terus berdatangan. Ketua kelompok Rahmad Agung Wibowo (33), warga Tambaksari Selatan menceritakan kesuksesannya membuat paving hingga memiliki penghasilan Rp 6 juta per bulan. Pendapatan itu tak lama setelah mengikuti program padat karya.

"Program padat karya paving sudah jalan 4 bulan ini. Sebelumnya buka warung sama jadi ojol, terus dapat undangan MBR, diberi pelatihan padat karya di sini produksinya juga di sini (komplek Kantor Satgas Pemeliharaan Jalan DSDABM)," cerita Rahmad saat ditemui detikJatim di sela memproduksi paving, Jumat (11/11/2022).

Awalnya, kata dia, dia mendapat pelatihan dari Pemkot Surabaya selama 3 hari. Kemudian dibantu mengurus e-katalog, izin usaha dan ditentukan kelompok. Setelah itu Pemkot Surabaya memberikan orderan.

"Bikin berapapun setiap hari pasti dibeli. Kalau jadi pabrik, baru bisa melayani lainnya selain pemkot," ujarnya.

Dalam sehari, kelompoknya bisa memproduksi paling sedikit bisa memproduksi 36 meter atau 1.584 balok paving. Paling banyak bisa membuat 46 meter atau 2.024 paving dalam satu hari.

Cerita Warga Surabaya Berpenghasilan Rp 6 Juta dari Paving Hasil Program Padat KaryaCerita Warga Surabaya Berpenghasilan Rp 6 Juta dari Paving/ Foto: Esti Widiyana

Paving yang dibuat itu untuk mempercantik tatanan jalan di perkampungan Surabaya. Pesanan dari pemkot melalui e-katalog juga selalu ada. Sehingga setiap hari selalu memproduksi paving. Namun pihaknya mengaku ada kendala dan kemudahan pada saat pengerjaan paving.

"Pemesanan terus meningkat. Kendala dari mesin kalau ada kerusakan. Kalau hujan malah enak, pasirnya basar nggak perlu disiram air, hemat. Saya sudah mengajukan mesin dan diusahakan tahun depan. Di sini ada ada dua mesin, satu tim satu mesin," jelasnya.

Dari satu tim yang bekerja, mendapat upah Rp 6 juta per bulan per orangnya. Karena pembelian melalui e-katalog, sehingga tidak ada hambatan dalam pemesanan. Sistem yang dipakai juga sistem borongan.

"Kita klaim 15 hari menunggu gajian 12 hari, sambil nunggu kita kerja terus. Satu orang satu klaim mendapat Rp 3 juta, kalau satu bulan dua kali klaim mendapat Rp 6 juta," kata ayah satu anak ini.

Adanya program padat karya ini dirinya mengaku bersyukur. Sebab, sejak saat itu dirinya bisa menaikkan ekonomi keluarganya. Apalagi berbagai fasilitas diberikan Pemkot Surabaya.

"Alhamdulillah senang dan bersyukur. Membantu perekonomian sekali. Semua tergantung orangnya mau bekerja atau tidak. Kata Pak Wali, dikasih modal, kalau orangnya males nggak bisa UMK. Semua modal dan fasilitas sudah dikasih, kalau males kerja ya nggak bisa," tandasnya.

Sementara jam kerja sehari-hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB dan tidak ada lembur. Sementara usia para pekerja pembuatan paving diikuti usia 21 hingga 60 tahun.



Simak Video "Gedung-gedung Tinggi di Surabaya Disemprot Disinfektan"
[Gambas:Video 20detik]
(esw/fat)