SMAN 4 Surabaya Wajibkan Mata Pelajaran Koding dan AI

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Kamis, 22 Okt 2026 21:00 WIB
Siswa-siswi SMAN 4 Surabaya mengikuti pelajaran KKA (Foto: Eka Fitria Lusiana/detikJatim)
Surabaya -

SMAN 4 Surabaya mulai mewajibkan mata pelajaran KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Penerapan ini dilakukan untuk mengenalkan AI kepada peserta didik. Agar mereka tidak hanya sebatas bisa menggunakan tetapi juga membuat produk dari hasil kecerdasan buatan tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 4 Surabaya, Drs. Moh Zainuri, M.Si menuturkan, mapel AI mulai diwajibkan pada tahun ini. Penerapannya sendiri dikhususkan pada kelas 10 saja.

"Jadi memang diwajibkan tahun ini. Karena memang baru dimulai tahun ini. Sementara kalau kelas 11 dan 12 itu AI nya dikenalkan dari TIK," kata Zain saat ditemui detikJatim, Rabu (21/10/2026).

Zain menjelaskan, SMAN 4 Surabaya sebelumnya sudah mengenalkan AI sejak lama. Tetapi, pengajarannya tidak masuk kategori wajib dan hanya bersifat pengetahuan umum. Namun, ketika pihaknya ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Surabaya, pembelajaran KKA mulai diwajibkan.

"Kita sudah mulai mengenalkan, tetapi kalau dulu hanya bersifat umum saja. Jadi karena kita karena kami sekolah model, diwajibkan mulai tahun ajaran 2026-2027. Jadi semua sekolah model pada tahun ajaran ini mulai wajib menerapkan," terangnya.

Ia menilai, pengenalan AI memiliki beragam manfaat. Mulai dari meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mendorong kreativitas dan inovasi hingga kesiapan menghadapi dunia kerja masa depan.

Zain turut menegaskan bahwa hasil akhir dari pembelajaran ini adalah pembuatan produk atau karya. Sehingga peserta didik tidak hanya diharapkan mengenal kecerdasan buatan. Namun, juga benar-benar memanfaatkannya.

"Karena pada akhir pembelajaran itu nanti semua anak harus memiliki sebuah karya. Jadi ada proyek yang harus dilakukan. Entah itu manual untuk personal maupun dalam bentuk kelompok," bebernya.

Adapun tantangan pengajaran tersebut adalah persiapan pembelajaran oleh bapak dan ibu guru. Menurutnya, pembelajaran AI baru masif dikenalkan pada saat ini. Sehingga, pihaknya perlu penguasaan lebih mendalam.

Zain berharap pembelajaran KKA ini mendorong peserta didik untuk memanfaatkan AI dengan bijak. Di samping itu, tidak menurunkan pola pikir kritis yang dimiliki. Mengingat, kecerdasan AI merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindari.

"Tapi bahwa AI adalah sarana yang harapannya anak-anak memang di situ bisa menguasai, bisa menggunakan AI. Jangan anak-anak yang tinggalkan AI. Sehingga AI itu menjadi manfaat, tidak sekedar justru akan mematikan pola pikir kita yang kritis dan sulitnya. Itu penting sekali," pungkasnya.



Simak Video "Video: Pemerintah Bakal Gelar Pelatihan Koding-AI untuk 1 Juta Guru"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork