Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan skema penataan Pasar Tanjung secara bertahap, mulai jangka pendek, menengah hingga panjang. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Konsolidasi Penataan Pasar Tanjung bersama pedagang, warga, mahasiswa, dan sejumlah pihak terkait.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengatakan, penataan Pasar Tanjung membutuhkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga menyiapkan kondisi pasar untuk jangka panjang.
Rapat konsolidasi tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Forum ini juga melibatkan perwakilan pedagang, mahasiswa, dan warga sekitar Pasar Tanjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fawait mengatakan, forum tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan masukan dari berbagai kelompok pedagang, baik yang beraktivitas di lantai atas, lantai bawah, bagian depan, maupun area sekitar Pasar Tanjung.
"Tentu sebuah keputusan tidak bisa memuaskan semua pihak secara sempurna. Namun, kami telah menyiapkan skema kebijakan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang," ujar Gus Fawait, Sabtu (3/10/2026).
Gus Fawait menjelaskan, solusi jangka panjang yang ideal adalah memastikan seluruh pedagang dapat tertampung di dalam area Pasar Tanjung. Namun, dengan keterbatasan kapasitas saat ini, pemerintah merencanakan langkah revitalisasi dengan membangun fasilitas pasar yang baru agar kelak tidak ada pedagang yang tercecer.
Sementara untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Jember memfokuskan pada penataan arus lalu lintas serta pengaturan zonasi berjualan antara pedagang di dalam, bawah, dan tepi jalan. Guna mengawal pelaksanaan di lapangan, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang melibatkan unsur forkopimda.
Selain penataan zonasi dan jadwal operasional pedagang, satgas dan OPD terkait juga ditugaskan untuk melakukan pendataan ulang pedagang serta penanganan administrasi kelengkapan izin tempat berjualan yang sudah tidak berlaku.
Gus Fawait menegaskan, penataan Pasar Tanjung ini dirancang sebagai contoh atau pilot project bagi pembenahan pasar-pasar tradisional lain di Kabupaten Jember.
"Pemerintah tidak ada niat sedikit pun untuk menyulitkan rakyat kecil dalam mencari nafkah. Langkah ini merupakan ikhtiar bersama agar tidak terjadi konflik antar-pedagang dan penataan pasar dapat berjalan lebih harmonis serta tertib," pungkasnya.
