Sanksi Sudah Dijatuhkan untuk Petugas Dispendukcapil Surabaya yang Judes

Sanksi Sudah Dijatuhkan untuk Petugas Dispendukcapil Surabaya yang Judes

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 02 Sep 2026 15:45 WIB
Petugas front office Dispendukcapil (perempuan) Surabaya yang ramai diberi rating bintang 1 karena judes dan sering menolak layanan tanpa alasan jelas
Petugas front office Dispendukcapil Surabaya yang ramai diberi rating bintang 1 karena judes dan sering menolak layanan. (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Kasus pelayanan kurang ramah oleh seorang petugas front office Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya berujung pada sanksi terhadap yang bersangkutan. Pemkot Surabaya telah menjatuhkan sanksi berupa teguran dan rotasi penugasan.

Kepala Dispendukcapil Surabaya Irvan Wahyudradjad mengonfirmasi bahwa penanganan kasus itu berawal dari kesalahpahaman di lapangan. Petugas yang bersangkutan kini telah dipanggil untuk mengklarifikasi tindakannya.

"Sanksi teguran sudah diberikan. Karena masalahnya kesalahpahaman, yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi," kata Irvan kepada detikJatim, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain memberikan sanksi teguran, Dispendukcapil Surabaya sudah menemui warga yang menyuarakan keluhannya di media sosial demi menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Petugas itu juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Sebagai langkah tegas perbaikan kualitas pelayanan umum, petugas yang disebut bernama 'Mbak Navi' itu kini resmi dicopot dari area pelayanan garda depan (front office) dan dipindahkan ke bagian lain.

ADVERTISEMENT

"Sudah tidak di pelayanan front office lagi, posisinya dirotasi dan saat ini kami lakukan pembinaan," tegas Irvan.

Buntut peristiwa ini, Irvan memastikan Dispendukcapil Surabaya berkomitmen penuh untuk terus membenahi mutu pelayanan publik. Evaluasi serta peningkatan kualitas mental pelayanan tidak hanya diterapkan di Mal Pelayanan Publik Siola tetapi juga disiagakan hingga jajaran terbawah.

"Kami tingkatkan pelayanan hingga di tingkat kelurahan. Kami juga makin masif menyosialisasikan pengurusan adminduk secara online atau mandiri, bahkan pelayanan jemput bola sampai ke Balai RW," pungkasnya.



(irb/dpe)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads