Sosok Faiq Muhammad Alkatiri (38) mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial. Pedagang kambing asal Kota Batu ini viral setelah konten di akun Instagram pribadinya, @bangfaiq_batu meledak secara instan hingga membuatnya dibanjiri puluhan ribu komentar dari warganet yang menyamakannya dengan visualisasi Yesus.
Di balik popularitas kilat di dunia maya, pria yang akrab disapa Bang Faiq ini mengaku kaget sekaligus tetap membumi dalam menjalani aktivitas normalnya sehari-hari.
Kaget Akun Baru Langsung Tembus Jutaan Penonton
Bang Faiq menceritakan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menyangka unggahan perdana di media sosialnya akan mendapat respons sedahsyat ini. Pada awalnya, ia hanya berniat membuat akun kekinian sebagai sarana untuk berdakwah dan mengajak orang pada kebaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konten video pertamanya yang berlatar belakang kandang kambing tersebut diunggah pada 17 Juli 2026 dengan kondisi akun baru yang masih memiliki nol pengikut. Target awalnya pun terbilang sederhana, yakni hanya ingin menyasar sekitar 1.000 pengikut. Namun, ledakan algoritma media sosial mengubah segalanya hanya dalam hitungan jam.
"Awal konten saya upload 17 Juli 2026, awal nol followers. Konten pertama saya unggah jam 9 sebelum salat Jumat. Terus saya tinggal melakukan aktivitas keseharian seperti biasa dan habis isya saya lihat sudah dua juta viewers-nya," ungkap bapak tiga anak ini saat ditemui di kediamannya di kawasan Jalan Abdul Gani, Kota Batu.
Tetap Lakoni Keseharian sebagai Spesialis Potong Kambing
Meski kini akunnya telah meraup ratusan ribu pengikut dan videonya ditonton jutaan kali, kehidupan nyata Bang Faiq tidak banyak berubah. Ia tetap santai dan sibuk mengurus bisnis kambing di kandang transit miliknya. Usaha dagang dan penyedia jasa potong hewan yang digelutinya ini merupakan bisnis warisan dari sang abi (ayah).
"Saya ini bukan peternak, jadi beli kambing lalu ditaruh di kandang untuk transit. Kalau ada yang beli hidup ya saya jual hidup, kalau ada yang minta disembelih ya saya sembelih," terang Bang Faiq.
Pedagang kambing di Kota Batu yang dianggap mirip dengan visualisasi Yesus. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim) |
Kandang transit miliknya mayoritas melayani pesanan dalam jumlah banyak untuk keperluan aqiqah. Uniknya, Bang Faiq mengaku hanya berfokus pada jasa penyembelihan taktikal dan tidak menerima pesanan dalam bentuk masakan matang.
"Kalau ada yang minta untuk dibuat dalam bentuk masakan itu biasanya saya lemparkan ke tetangga atau kenalan. Sebab, saya ini gak bisa masak dan spesialisnya di sembelih," tambahnya sembari tersenyum.
Di luar urusan kambing, mantan perantau Jakarta ini menjalani kehidupan selayaknya kepala keluarga pada umumnya. Waktunya habis untuk mengantar jemput anak sekolah hingga menghadiri pengajian di lingkungan sekitar.
Niat Ikuti Sunah Rasul, Tanggapi Santai Persepsi Netizen
Ketika disinggung mengenai hebohnya komentar netizen yang menyamakan perawakannya dengan visualisasi tokoh religi Yesus dalam lukisan klasik, Bang Faiq menanggapi hal tersebut dengan sangat bijak.
Ia menegaskan penampilannya yang berambut panjang sebahu serta berjenggot lebat sudah dimulai sejak tahun 2006. Niat awalnya murni didasari keinginan religius pribadi untuk mengikuti sunah penampilan fisik Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam, tanpa ada tendensi untuk melecehkan pihak mana pun.
"Dari awal saya memang suka rambut panjang, dan kebetulan ngikutin sunah rasul jadi jenggot tumbuh, ya saya biarkan saja. Sunah ini yang saya lakukan karena menurut saya paling mudah dilakukan," jelasnya.
Menariknya, kemiripan ini bukan hal baru baginya karena ia juga memiliki banyak teman non-muslim yang kerap memanggilnya dengan sebutan serupa. Baginya, dalam teologi Islam, Nabi Isa atau Yesus adalah sosok utusan Allah yang sangat dihormati, sehingga ia tidak merasa terhina sedikit pun.
"Tujuan awal saya cuman gitu ngikutin sunah rasul, tapi kalau ternyata persepsi orang dianggap begitu 'mirip visualisasi Yesus' ya gak masalah. Karena di Agama kita (Islam), Nabi Isa kan sosok yang mulia. Sosok itu masuk dalam manusia-manusia mulia, jadi jika ada orang yang manggil seperti itu saya tidak mungkin tersinggung, yang penting jangan sampai menyinggung orang lain," pungkasnya.

