Nama Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim masuk dalam bursa calon Rais Aam PBNU di periode yang akan datang. Kiai Asep buka suara dan menegaskan tidak berminat jadi Rais Aam PBNU.
"Saya nggak ada ambisi, berat, itu tanggung jawab berat," kata Kiai Asep di Surabaya, Senin (22/6/2026).
Kiai Asep mengatakan, pihaknya hanya ingin menawarkan Ponpes Amanatul Ummah sebagai lokasi digelarnya Muktamar NU pada Agustus. Ia tidak meminta imbalan apapun, termasuk jabatan di PBNU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya andaikan Amanatul Ummah diserahi sebagai tempat Muktamar NU, akan saya biayai, nggak usah minta, nggak usah proposal, saya biayai semua. Saya tapi tidak ambisi jadi pengurus PBNU, jangan pilih saya, tetapi pilihlah orang yang mengerti tanggung jawabnya ketika jadi pengurus PBNU yaitu memperjuangkan Indonesia adil dan makmur dengan mengawal faham ahlussunnah wal jamaah sebagai lanjutan Indonesia merdeka," bebernya.
Kiai Asep menegaskan jabatan Rais Aam PBNU sangat berat. Bahkan menurutnya, di periode 2021-2026, Rais Aam PBNU gagal mengemban amanah besar.
"Ya biasa, saya harus berpegangan pada hadis nabi, jangan kamu minta kepemimpinan kalau kamu diberikan tanpa meminta kamu akan ditolong Allah SWT. Tapi kalau kamu diberi dengan cara meminta maka akan diserahkan kamu, tidak ada pertolongan Allah di situ," jelasnya.
"Kepengurusan NU saat ini gagal, kami harap lima pengurus inti NU, Ketum, Sekjen, Rais Aam saat ini tidak perlu mencalonkan kembali," tambahnya.
Kiai Asep berharap, para pengurus PBNU yang akan datang bisa memperjuangkan cita-cita awal berdirinya NU di Indonesia. Harus ada orang yang berkomitmen kuat memperbaiki NU.
"Ya sudahlah, saya nggak berpikir itu. Karena saya nggak ingin masuk ke lingkaran kepengurusan NU. Saya nggak tau, pokoknya nanti pengurus baru harus sosok yang mengerti perjuangan NU. Semoga tidak ada kezaliman di Muktamar NU. NU perlu on the track, NU dilahirkan untuk mendominankan faham ahlussunnah wal jamaah, Indonesia merdeka," jelasnya.
"Semoga Muktamar orientasinya untuk itu mengawal faham ahlussunnah dan Indonesia adil makmur. NU harus memperbaiki berbagai lini, terutama di sektor pendidikan. Harus ada orang yang mengerti tujuan NU, setelah dulu ahlussunnah wal jamaah, maka NU harus melahirkan pilar-pilar yang mengetahui tujuan Indonesia adil dan makmur," tandasnya.
Diketahui, dukungan kepada Kiai Asep untuk menjadi Rais Aam PBNU datang dari PMII Jatim. Selain itu, dukungan datang dari Kelompok Muda NU serta sejumlah pengasuh ponpes di Pulau Jawa.
