Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bakal memasang alat penilaian kepuasan penumpang di armada Suroboyo Bus dan feeder Wira Wiri. Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengevaluasi kinerja pengemudi.
Langkah tersebut dilakukan setelah salah satu unit Suroboyo Bus (SB 23) mengalami kecelakaan dengan menyenggol dump truck milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya di Jalan Waringin pada Selasa (2/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Wibowo mengatakan pihaknya juga akan memperketat pembinaan terhadap para pengemudi transportasi umum agar tidak berkendara secara ugal-ugalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ke depan evaluasi pertama kami akan adakan pembinaan. Terus yang kedua, program kami akan kami realisasikan yaitu memasang alat puas atau tidak puas di dalam unit," kata Trio kepada wartawan di Embong Kaliasin, Rabu (3/6/2026).
Trio menjelaskan, dengan adanya alat kepuasan, penumpang yang turun bisa memilih puas atau tidak usai naik transportasi umum. Sebab, program alat kepuasan itu juga permintaan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung ke Dishub.
"Warga kota yang menaiki Wira Wiri, menaiki feeder atau menaiki Suroboyo Bus, nanti akan ada pilihan kepuasannya. Ketika puas atau tidak puas," jelasnya.
Hasil penilaian penumpang akan dievaluasi secara berkala. Jika dalam kurun waktu tertentu banyak keluhan yang mengarah pada perilaku pengemudi, Dishub akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Sanksi yang diberikan pun mulai dari ringan hingga terberat. Sanksi tergantung tingkat keparahan dari driver Suroboyo Bus maupun Wira Wiri.
"Sanksi administrasi, peringatan, pembekuan atau dia kita sanksi tidak bekerja sampai dengan pemberhentian," pungkasnya.
(auh/hil)
