DLH Banyuwangi Jadi yang Pertama di Indonesia Kantongi Akreditasi Ini

DLH Banyuwangi Jadi yang Pertama di Indonesia Kantongi Akreditasi Ini

Eka Rimawati - detikJatim
Rabu, 03 Jun 2026 14:55 WIB
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Bayu Hadiyanto saat asistensi petugas di laboratorium uji milik DLH Kabupaten Banyuwangi.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Bayu Hadiyanto saat asistensi petugas di laboratorium uji milik DLH Kabupaten Banyuwangi. (Foto: Eka Rima/detikJatim)
Banyuwangi -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi melalui UPTD Laboratorium Lingkungan menjadi satu-satunya laboratorium milik DLH kabupaten/kota di Indonesia yang mengantongi akreditasi ISO/IEC 17043:2023. Standar internasional yang diakui Komite Akreditasi Nasional (KAN) itu menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu rujukan nasional dalam penguatan mutu laboratorium lingkungan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Bayu Hadiyanto menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang dalam membangun sistem manajemen mutu laboratorium yang andal, kompeten, dan berorientasi pada standar internasional. Sebelumnya, Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi telah lebih dulu mengantongi akreditasi ISO/IEC 17025:2017 dari KAN serta memperoleh pengakuan internasional melalui sertifikasi ILAC-MRA.

"ISO 17043:2023 itu untuk laboratorium uji provisiensi dan uji banding. Belum ada laboratorium DLH yang berani melakukan dan kami ada. Kami anggap ini sebagai peluang yang bisa kami masuki, dan kami masih satu-satunya di Indonesia yang punya kapasitas untuk memberikan rekomendasi itu," jelas Bayu, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bayu, dengan status sebagai laboratorium yang telah memenuhi standar ISO/IEC 17043:2023, DLH Banyuwangi memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan uji profisiensi dan menjadi mitra strategis bagi laboratorium lain dalam meningkatkan kompetensi teknis serta memastikan keabsahan hasil pengujian. Standar ISO/IEC 17043 sendiri menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung laboratorium yang sedang mempersiapkan maupun mempertahankan akreditasi KAN.

ADVERTISEMENT

"Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Banyuwangi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kami siap berbagi pengalaman, memberikan rekomendasi, pendampingan, serta menjadi mitra pembelajaran bagi laboratorium lain yang tengah berproses memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional," ujar Bayu lebih lanjut.

Saat ini, Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi memiliki cakupan pengujian yang luas dengan ratusan parameter terakreditasi, meliputi matriks air, udara, tanah, kebisingan, hingga limbah. Pengalaman panjang sejak dirintis pada tahun 1999 menjadikan laboratorium ini sebagai salah satu laboratorium lingkungan pemerintah daerah dengan tingkat kematangan sistem mutu yang tinggi.

Kepala UPT Labiratorium DLH Banyuwangi, Ivan Candra menambahkan, selain melayani kebutuhan pengujian lingkungan, DLH Banyuwangi juga terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan laboratorium lingkungan. Kehadiran ISO/IEC 17043:2023 diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas laboratorium di berbagai daerah, sekaligus mempercepat lahirnya laboratorium-laboratorium terakreditasi yang mampu memberikan hasil pengujian yang akurat, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Kami ingin menjadi rujukan bagi seluruh Laboratorium, kehadiran laboratorium itu menjadi sangat penting di tengah kebutuhan uji lab yang berkualitas di luar swasta," tegas Ivan.

Bahkan, Laboratorium DLH Banyuwangi juga menerima sejumlah uji lab dari pihak swasta. Di mana uji Lab juga dilakukan untuk standar kualitas baku mutu logam. Melalui pencapaian ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten mendorong inovasi dan penguatan tata kelola lingkungan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan standar mutu internasional.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads