Kebiasaan unik Ali Imron (54), tukang ojek pangkalan asal Jombang, mendadak viral di media sosial. Pria yang juga Ketua RT di Desa Mojongapit itu mengaku tak bisa makan apa pun tanpa ditemani daging kelapa tua. Kebiasaan yang sudah dijalani sejak kecil itu bahkan membuatnya memilih tidak makan nasi jika tak ada kelapa di meja makan.
Ali Imron (54), warga Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang mendadak menjadi sorotan karena kebiasaan makannya yang tak biasa. Tukang ojek pangkalan ini mengaku harus mengunyah daging kelapa setiap kali makan.
Jika tidak ada kelapa, Imron mengaku makanan sulit masuk ke tenggorokan. Bahkan ia merasa mual hingga berkeringat dingin ketika memaksakan diri makan tanpa kelapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin," kata Imron di kediamannya, Jumat (15/5/2026).
Kebiasaan unik itu ternyata sudah dimiliki Imron sejak kecil. Ia mulai menyukai kelapa sejak berusia sekitar 3 tahun. Saat itu, orang tuanya justru mendukung kebiasaan tersebut karena menganggapnya unik.
"Usia sekitar 3 tahun mulai menyukai kelapa. Orang tua kaget, untungnya di kampung ini banyak pohon kelapa sehingga tidak susah mencari kelapa," terangnya.
Menurut Imron, kegemarannya mengonsumsi kelapa bermula dari kebiasaan orang tuanya memberinya kelapa muda agar tidak jajan sembarangan. Dari situlah ia mulai terbiasa ngemil kelapa hingga berlanjut sampai dewasa.
"Akhirnya saya sendiri suka ngemil kelapa. Kelanjutannya jadi kebiasaan, mungkin ibu saya saat mengandung ngidam kelapa, saya tidak tahu," ujarnya sambil berkelakar.
Semasa remaja, Imron bahkan kerap berburu kelapa muda bersama teman-temannya saat patroli malam. Ia mengaku mampu menghabiskan sisa kelapa yang tak dimakan teman-temannya.
"Satu tandan kelapa muda, paling teman-teman makan setengahnya sudah ogah karena takut kremien (cacingan), untung bagi saya bisa saya habiskan sisanya," ungkapnya.
Kini, dalam sehari Imron minimal menghabiskan setengah butir kelapa. Dalam sebulan, kebutuhannya bisa mencapai sekitar 15 butir kelapa. Bahkan, ia mengaku kadang mengganti nasi sepenuhnya dengan kelapa selama satu hingga dua hari.
"Setiap sendok nasi hanya sekunder, yang primer kelapa ini," imbuhnya.
Kebiasaan Imron rupanya sempat membuat sang istri, Lestari (52), terkejut saat masa pacaran. Namun, perempuan yang kini telah memberinya dua anak dan dua cucu itu akhirnya memahami kondisi suaminya.
"Sejak pacaran sudah kayak gitu. Alhamdulillah tidak pernah sakit karena kelapa," terangnya.
Karena itu, Lestari kini selalu menyiapkan kelapa setiap hari untuk suaminya. Bahkan, setiap kali makan, Imron wajib ditemani daging kelapa baik diparut maupun dikunyah langsung.
"Setiap kali makan pakai kelapa, kadang diparut, kadang dikunyah langsung. Pasti harus ada kelapanya, kalau tidak ya tidak mau makan," jelasnya.
Meski rutin mengonsumsi kelapa dalam jumlah banyak, Imron mengaku kondisi kesehatannya baik-baik saja. Ia mengaku tidak memiliki masalah kolesterol maupun asam urat.
"Pencernaan saya normal-normal saja. Masalah kolesterol atau asam urat, saya tidak ada sama sekali," ujar kakek dua cucu itu.
Kebiasaan unik Imron pun mendapat tanggapan dari Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. Menurutnya, kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai kebiasaan, bukan kelainan.
"Karena santan (kelapa) yang fresh juga baik untuk tubuh karena kandungan gizinya juga baik untuk tubuh. Termasuk kandungan kolesterolnya jenis yang jinak (HDL). Sehingga juga baik untuk kesehatan tubuh," jelasnya.
Meski demikian, dr Pudji mengingatkan agar Imron tetap menjaga kebersihan dan kesegaran kelapa yang dikonsumsi, serta tetap memenuhi kebutuhan gizi lainnya secara seimbang.
"Jadi, kebiasaan tersebut masih dalam batas normal dengan catatan kelapanya bersih dan segar, serta kebutuhan makanan lainnya juga dicukupi," tandasnya.
(ihc/hil)
