Video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang balita menangis histeris usai diduga dicubit emak-emak pembeli buah viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di sebuah toko buah di Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Kota Sidoarjo.
Aksi pelaku terekam jelas di kamera pengawas memantik komen warganet tentang perilakunya. Berikut sederet fakta terkait kejadian tersebut.
Fakta Aksi Emak-emak Cubit Balita
1. Balita Menangis usai Dicubit Pembeli Buah
Dalam video CCTV yang beredar, terlihat seorang penjual buah tengah menggendong anaknya sambil melayani pembeli. Tiba-tiba seorang emak-emak yang berada di belakang diduga mencubit kaki balita tersebut secara diam-diam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Balita itu langsung menangis histeris karena kesakitan. Sang ibu tampak berusaha menenangkan anaknya sambil tetap melayani pembeli di toko buah tersebut.
2. Pelaku Sempat Pura-pura Menghibur Korban
Setelah cubitannya membuat balita menangis, emak-emak tersebut tampak pura-pura ikut menenangkan korban dengan mengelus kepala balita. Tak lama kemudian, ibu korban menurunkan anaknya ke lantai untuk membungkus pesanan buah.
Dalam rekaman CCTV juga terlihat emak-emak tersebut sempat menoleh ke arah kamera pengawas seolah sadar aksinya telah terekam.
3. Orang Tua Korban Baru Tahu Setelah Cek CCTV
Pemilik toko buah, Muhammad Dian Abdullah Naji (28), membenarkan kejadian dalam video viral tersebut terjadi di tokonya pada Sabtu malam (9/5/2026). Balita yang menangis diketahui merupakan anaknya sendiri.
"Awalnya istri saya bingung kenapa anak tiba-tiba menangis. Setelah dicek lewat rekaman CCTV, terlihat perempuan itu mencubit anak saya," ujar Dian, Rabu (13/5/2026).
Dian mengatakan dirinya dan istrinya sempat menanyakan langsung tindakan pelaku. Namun saat itu pelaku disebut tidak mengakui perbuatannya.
4. Pelaku Baru Mengaku Setelah Ditunjukkan Rekaman CCTV
Menurut Dian, emak-emak tersebut akhirnya mengakui perbuatannya setelah diperlihatkan bukti rekaman CCTV.
"Setelah saya tunjukkan rekamannya (CCTV), baru mengaku," tutur Dian.
Ia mengaku kecewa karena pelaku tidak langsung meminta maaf meski anaknya sudah menangis histeris akibat cubitan tersebut.
"Saya kecewa karena saat itu tidak langsung mengakui kesalahan atau meminta maaf, padahal anak saya sampai menangis histeris," tutur Dian.
5. Pelaku Mengaku Gemas dan Akhirnya Minta Maaf
Saat ditanya alasannya, pelaku disebut mengaku hanya merasa gemas kepada balita tersebut. Namun Dian tetap menyayangkan tindakan pelaku yang dilakukan diam-diam.
"Kalau memang gemas, kenapa harus nyubit diam-diam? Terus waktu anak saya nangis juga tidak langsung mengaku atau minta maaf," katanya.
Dua hari setelah kejadian, pelaku bersama suaminya datang ke rumah korban untuk meminta maaf secara langsung dan membuat surat pernyataan tertulis.
"Saya bersyukur sudah datang minta maaf dan bikin surat resmi," ungkapnya.
(ihc/dpe)
