Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyoroti serius insiden kecelakaan bus yang dialami jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo. Hal itu terjadi saat city tour di kawasan Jabal Magnet, Madinah.
Akibat insiden itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) penyelenggara kegiatan tersebut mendapat teguran keras dan terancam dicabut izin operasionalnya.
Plt Kakanwil Kemenhaj Jatim sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam mengatakan, sanksi dijatuhkan karena KBIH terbukti melanggar aturan keselamatan jemaah di mana jemaah dilarang melakukan ziarah sebelum pelaksanaan Armuzna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun pada kasus ini ternyata sudah dilakukan lebih dulu. Oleh karena itu Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan peringatan tegas, bagi yang melanggar maka izin operasionalnya akan dicabut. Tidak serentak dicabut, tapi ada bukti-bukti yang menjadi dasar," ujar Anam, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, sejak lama telah ada aturan bahwa kegiatan ziarah di Madinah maupun Mekah tidak boleh dilakukan sebelum rangkaian utama ibadah haji, yakni Wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Anam memastikan pencabutan izin akan dilakukan setelah operasional haji 2026 rampung, mengingat saat ini KBIH tersebut masih mendampingi jemaah di Tanah Suci.
"Yang jelas Insyaallah akan dicabut, hal ini sudah disampaikan secara resmi oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah. Tinggal proses administrasi saja," tegas Anam.
Meski izin dicabut, jemaah yang sudah terdaftar dipastikan tetap mendapatkan pembinaan. Mereka akan dialihkan ke KBIH lain yang resmi.
"Memang lembaganya tidak boleh beroperasi lagi, namun jemaah yang sudah mendaftar bahkan ada yang sudah mengikuti sejak tahun 2012 sampai sekarang tetap mendapatkan pembinaan," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila KBIH tersebut ingin melakukan pengajuan izin baru, tak bisa langsung diproses.
"Itu proses ya tidak langsung, jadi tidak boleh langsung," pungkasnya.
Sebelumnya, bus rombongan jemaah haji asal Probolinggo mengalami kecelakaan di Jabal Magnet, Madinah, Arab Saudi, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu rombongan tengah mengikuti kegiatan ziarah yang diselenggarakan KBIH.
Kondisi jemaah kini berangsur pulih. Mayoritas sudah kembali ke penginapan, sementara dua orang masih menjalani proses administrasi di rumah sakit Arab Saudi.
"Kalau terkait dengan korban itu semua sudah pulih, sudah kembali. Hanya saja dua orang yang dikirim ke rumah sakit Arab Saudi itu harus melalui proses administrasi karena beda perawatan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi," ujar Anam kepada detikJatim di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (2/5/2026).
