Ratusan pelajar tingkat SD hingga SMP di Kota Probolinggo mengikuti Kejuaraan Panjat Tebing Kelompok Umur Piala Wali Kota Probolinggo. Ajang ini digelar selama dua hari, 1-2 Mei 2026, sebagai upaya menjaring bibit atlet muda.
Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo ini berlangsung di GOR Ahmad Yani dan diikuti 158 peserta.
Para peserta berasal dari berbagai sekolah dengan kelompok umur mulai U9, U11, U13, U15 hingga U17, baik putra maupun putri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kompetisi ini, atlet muda bertanding di dua kategori, yakni speed klasik pemula dan speed world record. Meski masih berusia belia, sejumlah peserta mampu menaklukkan dinding setinggi 15 meter hanya dalam waktu sekitar 10 detik.
Salah satu peserta, Ahmad Faizal Ali, mengaku mampu mencatat waktu 10 detik dalam percobaan awalnya. Ia rutin berlatih tiga kali dalam seminggu dan bercita-cita mengikuti jejak atlet panjat tebing dunia.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk mencetak atlet berprestasi.
Menurutnya, regenerasi atlet harus terus dijaga agar Kota Probolinggo tetap memiliki stok atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai level kejuaraan.
"Keberhasilan atlet panjat tebing daerah yang telah menembus level internasional sebagai modal besar untuk pengembangan olahraga ini ke depan, didukung pelatih berkualitas yang konsisten membina atlet sejak usia dini," ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Diketahui, Kota Probolinggo dikenal sebagai salah satu daerah penghasil atlet panjat tebing. Pada ajang PON sebelumnya, kontingen panjat tebing daerah ini berhasil meraih sembilan medali.
Ke depan, FPTI Kota Probolinggo menargetkan atletnya mampu berprestasi di ajang Olimpiade 2028 di Amerika Serikat dan menyumbangkan medali bagi Indonesia.
