Keji! Suami di Banyuwangi Bakar Istri Saat Sedang Salat Isya

Keji! Suami di Banyuwangi Bakar Istri Saat Sedang Salat Isya

Eka Rimawati - detikJatim
Sabtu, 25 Apr 2026 11:36 WIB
Korban pembakaran oleh suaminya saat menjalani perawatan di RSUD Genteng Banyuwangi.
Korban pembakaran oleh suaminya saat menjalani perawatan di RSUD Genteng Banyuwangi. (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Heboh seorang suami membakar istri di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Mirisnya, sang suami S (63) diduga nekat membakar istrinya, NK (56) saat korban tengah khusyuk menjalankan salat Isya pada tengah malam.

Aksi nekat ini dipicu amarah pelaku usai cekcok dengan korban sejak sore. Salah satu saksi yang turut memberikan pertolongan, Masrukin mengaku sempat mendengar pertengkaran antara korban dan pelaku pada Jumat (24/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Malamnya, Masrukin bersama sejumlah tetangga dikagetkan dengan suara teriakan NK yang minta tolong sembari keluar dari rumah mereka dalam keadaan tubuh terbakar hingga akhirnya tersungkur di halaman rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sorenya itu ribut, tengah malam hampir jam 24.00 itu ada suara teriakan dan saat keluar rumah itu saya melihat Bu Nur sudah diselimuti api berkobar di tubuhnya dan jatuh di tanah itu. Dia dibakar pas salat isya katanya," ungkap Masrukin, Sabtu (25/4/2026).

Setelah melihat kondisi korban, Masrukin juga melihat kobaran api dari dalam rumah. Ia bersama warga lain langsung masuk dan mendapati pelaku tergeletak di lantai dalam kondisi tubuh terbakar, sementara api juga melahap kasur di kamar hingga habis.

ADVERTISEMENT

"Masih ada api di dalam pas kami masuk mbah S sudah terbakar di lantai itu," tambah Masrukin.

Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban dibakar saat hendak melaksanakan salat Isya di rumahnya.

"Sekira pukul 23.50 WIB ketika korban hendak melaksanakan sholat isya', tiba-tiba terduga pelaku (suami korban) menyiramkan bensin ke badan korban dan langsung menyulutkan api menggunakan korek sehingga badan korban terbakar dan korban langsung keluar dari rumah sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar," jelas Dwi.

AKP Dwi menambahkan, kedua pihak mengalami luka bakar serius dengan risiko kematian yang tinggi. Pelaku juga diduga membakar dirinya sendiri menggunakan sisa bensin.

"Melihat luka bakar yang diderita oleh terduga pelaku, dimungkinkan luka tersebut disebabkan karena terduga pelaku mencoba untuk membakar dirinya sendiri menggunakan sisa bensin yang sebelumnya telah disiramkan kepada korban," imbuh Dwi.

Pasutri ini, baik pelaku maupun korban, rencananya akan dirujuk ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi khusus.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads