Semangat literasi ditunjukkan ratusan siswa SMP Negeri 9 Kota Probolinggo. Para siswa berhasil menghasilkan 1.056 karya tulis dalam bentuk novel, cerpen, autobiografi hingga buku motivasi hanya dalam beberapa bulan terakhir.
Dari total karya tersebut, sebanyak 556 buku telah dicetak dan dipajang di rak buku di salah satu sudut sekolah. Sementara 500 karya lainnya masih dalam proses editing dan percetakan.
Menariknya, setiap buku memiliki desain sampul yang rapi dan kreatif, tak kalah dengan buku terbitan penerbit profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses penulisan, para siswa didampingi guru pembimbing mulai dari penyusunan naskah hingga pembuatan cover.
Setiap siswa diketahui mampu menulis 1 hingga 3 judul buku. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat beberapa tahun lalu sekolah tersebut belum termasuk sekolah favorit.
Selain diterbitkan dalam bentuk cetak, seluruh karya siswa juga diarsipkan secara digital melalui website sipintar9.com. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat membaca karya para siswa langsung dari smartphone.
Salah satu siswi kelas 9, Aurelia, mengaku ide menulis diperoleh dari berbagai sumber seperti novel, film, hingga pengalaman pribadi.
"Saya mengambil referensi dari novel lain, sering menonton film, lalu mengembangkan ide menjadi novel yang saya tulis. Saya juga sejak awal suka menulis diary, lalu saya kembangkan menjadi cerita," ujarnya. Sabtu (18/4/2026).
Aurelia mengaku telah menulis dua buku berjudul Antologi Jepang dan Tentang Kita dan Waktu. Sementara siswi lain, Annisa, juga telah menghasilkan karya autobiografi berjudul Cerita Dari Aku Untuk Aku dan Ciptaan Tak Sempurna.
Kepala SMPN 9 Kota Probolinggo, Qamaruddin, mengatakan gerakan ini berawal dari kampanye gemar membaca yang kemudian berkembang menjadi kewajiban menulis bagi siswa maupun guru.
"Kami wajibkan semuanya untuk menulis, termasuk bapak ibu guru. Sampai saat ini sudah terkumpul 1.056 buku, 556 sudah tercetak dan sisanya masih proses editing," katanya.
Menurutnya, karena jumlah karya yang sangat banyak, sekolah kemudian membuat aplikasi Sipintar sebagai perpustakaan digital dan e-katalog karya siswa.
Jika seluruh buku telah selesai dicetak, pihak sekolah berencana mendaftarkan capaian tersebut ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sekolah dengan karya tulis siswa terbanyak.
(hil/hil)











































