Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal. Tak hanya pelatihan keterampilan, ada pendampingan pemasaran berbasis digital yang disiapkan agar pelaku usaha bisa menembus pasar lebih luas.
Langkah ini menjadi kunci agar warga tidak berhenti mahir di produksi, tetapi juga mampu menjual produknya secara efektif di era digital.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, potensi SDM lokal harus dioptimalkan lewat pelatihan yang sesuai kebutuhan lapangan. Seperti keterampilan menjahit hingga berbagai kemampuan berwirausaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada warga kita yang dibutuhkan, ibaratnya orang menjahit, ya kita harus akomodir. Kita adakan pelatihan, kita adakan pendampingan," ujar Subandi, Jumat (17/4/2026).
Pihaknya juga menyoroti pentingnya kemampuan pemasaran digital. Subandi menilai, penguasaan media sosial hingga strategi penjualan di era digital menjadi faktor penting keberhasilan usaha saat ini.
"Kita harus lakukan pendampingan terkait sistem manajemen orang berjualan. Marketing business kita sekarang kan digitalisasi," jelasnya.
Menurutnya, tidak semua pelaku usaha siap beradaptasi dengan sistem digital. Karena itu, pendampingan menjadi krusial, terutama bagi para pelaku usaha ataupun UMKM.
"Kita ada pendampingan gimana cara kita bermedsos, gimana kita jual melalui medsos. Nah ini kan belum tentu semuanya orang bisa," tuturnya.
Dengan intervensi ini, Pemkab Sidoarjo menargetkan pelaku usaha mampu menguasai dua aspek sekaligus yakni produksi dan pemasaran.
"Jangan hanya bisa produksi, kita nggak bisa jual. Mudah-mudahan nanti ada pendampingan dua hal itu," tegasnya.
Untuk mempercepat hal ini, Pemkab Sidoarjo juga menggandeng perguruan tinggi dalam pendampingan digitalisasi.
"Kita juga kerjasama dengan kampus-kampus, terutama untuk UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya.
(auh/dpe)











































