Segudang Prestasi Desa Sukojati Meski Kadesnya Terciduk di Rumah Janda

Segudang Prestasi Desa Sukojati Meski Kadesnya Terciduk di Rumah Janda

Eka Rimawati - detikJatim
Rabu, 08 Apr 2026 18:00 WIB
Sejumlah piala dan piagam penghargaan Desa Sukojati yang dipajang di lobby kantor Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Banywuangi.
Sejumlah piala dan piagam penghargaan Desa Sukojati yang dipajang di lobby kantor Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari Banywuangi/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Di tengah kegaduhan akibat kepala desa yang terciduk bermalam di rumah seorang janda, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, ternyata memiliki sederet prestasi di masa kepemimpinan US. Prestasi tersebut diraih mulai dari tingkat lokal hingga nasional.

Pada 2022, Desa Sukojati menjadi satu-satunya desa di Jawa Timur yang menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada masa kepemimpinan Firli Bahuri, KPK menetapkan Desa Sukojati sebagai salah satu percontohan desa antikorupsi dengan skor 93,25.

Selanjutnya pada Oktober 2023, Desa Sukojati kembali meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sebagai desa dengan pengelolaan keuangan terbaik. Atas capaian tersebut, desa ini memperoleh tambahan Dana Desa (DD) senilai Rp 174,642 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dari 38 desa di Banyuwangi yang mendapatkan tambahan dana, Desa Sukojati menjadi satu-satunya yang memperoleh nilai tertinggi, sementara 37 desa lainnya menerima Rp 139 juta.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rangkuman detikJatim, Desa Sukojati juga diakui sebagai desa percontohan dalam pelayanan kesehatan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada 2024. Desa ini dinilai berhasil menekan angka stunting serta mengoptimalkan program keluarga berencana.

Melalui program "Rumah Sehat", desa ini aktif memberikan layanan posyandu bagi lansia serta meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, Desa Sukojati juga dikenal mampu melestarikan budaya lokal. Salah satunya melalui Festival Sapar-Saparan yang menjadi bagian dari Banyuwangi Festival dan digelar secara swadaya oleh masyarakat dengan semangat gotong royong.

Namun, prestasi tersebut kini kontras dengan peristiwa yang melibatkan Kepala Desa Sukojati, US (59). Ia terciduk bermalam di rumah seorang warga yang merupakan janda berusia 40 tahun pada Jumat (3/4/2026) tengah malam.

Warga yang curiga kemudian memergoki US yang tidak kunjung keluar dari rumah tersebut hingga larut malam. Saat digerebek, US disebut keluar rumah dalam kondisi tanpa mengenakan baju.

Peristiwa itu memicu reaksi warga. Ratusan warga Desa Sukojati menggelar aksi keesokan harinya dan menuntut agar US diberhentikan dari jabatannya.

Menanggapi desakan tersebut, US akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan warga serta menyatakan kesiapannya untuk diberhentikan.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan ini saya menyatakan, saya selaku Kepala Desa Sukojati tulus meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi saat ini. Yang kedua, saya siap diberhentikan sebagai Kepala Desa Sukojati sesuai peraturan perundangan yang berlaku," ucap US di hadapan ratusan warga.




(hil/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads