Buka Puasa Lintas Agama, Ratusan Tokoh Duduk Bersama Jaga Kerukunan

Buka Puasa Lintas Agama, Ratusan Tokoh Duduk Bersama Jaga Kerukunan

Chilyah Auliya - detikJatim
Selasa, 10 Mar 2026 22:59 WIB
Forum Beda Tapi Mesra (FBM)
Forum Beda Tapi Mesra (FBM). (Foto: Chilyah Auliya/detikJatim)
Surabaya -

Yayasan Pondok Kasih & Forum Beda tapi Mesra (FBM) menggelar Silaturahmi Lintas Agama dan Buka Puasa Bersama di Boncafe, Gubeng, Surabaya, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan tokoh agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memperkuat persatuan.

Ketua FBM, Syuhada Endrayono, mengatakan tradisi buka puasa bersama menjadi wujud Islam yang mampu mewarnai tradisi tanpa menghilangkannya. Dalam kegiatan tahun ini, FBM juga menyalurkan santunan kepada sejumlah yayasan.

"Tahun ini kami bisa menyantuni tiga yayasan agar anak-anak bisa tersenyum merayakan Idul Fitri mendatang," ujar Syuhada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cluster General Manager Quds Hotel, Pungky Kusuma, yang turut hadir menilai kerukunan antarumat beragama di Indonesia merupakan kekuatan besar yang tidak selalu ditemukan di negara lain.

"Malam hari ini, saya hitung ada lebih dari 100 orang dari 5 agama besar dan aliran kepercayaan duduk berdampingan tanpa sekat. Ini adalah aset kebhinnekaan yang perlu dijaga," kata Pungky.

ADVERTISEMENT

Ia juga mengingatkan agar kegiatan lintas agama tidak hanya menjadi simbol atau retorika, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Program seperti ini tidak boleh sekadar retorika, tapi harus berupa aksi nyata. Minimal ketika bertemu kita saling sapa tanpa dibatasi sekat agama atau golongan," tegasnya.

Selain itu, Pungky menyoroti pentingnya menjaga akhlak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, terutama bagi generasi muda.

"Akhlak sekarang sangat rentan, terutama pada generasi saat ini yang mulai tergerus teknologi. Kita harus waspada, karena jika peradaban itu hilang, maka harkat dan martabat bangsa ini juga ikut hilang," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, FBM juga mengungkap rencana menggelar rangkaian kegiatan besar pada September atau Oktober mendatang. Kegiatan itu dirancang menghadirkan sekitar 17 agenda, mulai dari seminar, maraton peradaban hingga pertunjukan musik bertajuk Orkestra Peradaban Indonesia yang melibatkan sekitar 50 musisi.

"Konsepnya sudah kami godok. Ini akan menjadi forum di mana kami akan mengundang para duta besar negara sahabat, konsulat jenderal di Surabaya, hingga perwakilan dagang untuk pameran selama satu bulan penuh di Surabaya," ungkap Pungky.

Sementara itu perwakilan Yayasan Pondok Kasih, Eko Tristanto, dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

"Satu pesan saya yakni bagaimana membiasakan menjaga lingkungan. Kalau kita tidak bisa jaga, kita bisa sengsara. Mari mewarisi sesuatu yang berharga untuk anak cucu, sebagai bangsa yang menerapkan budaya bersih dan budaya silaturahmi," terangnya.

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Kasih serta Pembina FBM, Dr. Hana A. Vandayani, juga menyampaikan pentingnya menjaga semangat persatuan dan saling memaafkan.

"Kita berada di negara yang luar biasa. Alangkah indahnya memaafkan tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi setiap hari membersihkan hati. Saling menghargai, mengasihi. Saya sangat bangga dengan Indonesia dengan Pancasila yang tidak ada duanya di dunia. Merah putih adalah darah kita. Indonesia rumah kita," pungkasnya.

Acara yang juga dihadiri perwakilan Kemenag Jatim dan para kiai ini ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads