Pemprov Jatim melalui PU SDA Jatim mengoperasikan pompa air di sekitar wilayah Sungai Bengawan Jero, Lamongan. Pompa air ini dioperasikan untuk menyedot genangan air yang berada di Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyebut pompa air ini diharapkan bisa membantu mengurai genangan air di Kuro, di mana ada banyak rumah warga terendam banjir di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pasca ke BBWS Bengawan Solo, saya share info ke warga via media sosial dan ternyata ada yang melaporkan pompanya tidak difungsikan. Saya kemudian berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo dan Dinas PU SDA Jatim, ternyata memang di lingkup provinsi," kata Emil kepada detikJatim, Rabu (4/3/2026).
Emil mengatakan pompa tersebut sempat mati sehari akibat kesulitan akses solar. Emil memastikan pompa air telah berfungsi kembali.
"Sempat mati karena kesulitan akses solar. Alhamdulillah sudah diatasi, tapi masih ada tugas ke depan salah satu unit masih sering trouble sehingga lebih sering dijadikan back up unit," jelasnya.
Emil mengatakan Pemprov Jatim bersama BBWS Brantas terus berupaya untuk menekan risiko banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero.
"Upaya yang telah ditempuh beberapa tahun terakhir adalah meningkatkan rumah pompa dan membangun pintu floodway yang kini berkapasitas 600mΒ³. Dari pertemuan terakhir dengan Kepala BBWS Bengawan Solo, masih ada potensi ditingkatkan jadi 1000mΒ³, dan menambah satu lagi rumah pompa berkapasitas 10mΒ³, ini yang masih perlu ditajamkan ke depannya," terangnya.
Diketahui, banjir di Lamongan akibat luapan Sungai Bengawan Jero masih terjadi hingga hari ini. Sejumlah kecamatan masih terendam banjir di Lamongan. Data dari BPBD Jatim, ada lima kecamatan yang masih terendam banjir di Lamongan.
(auh/abq)











































