Jalur utama Trenggalek-Ponorogo, di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek putus total akibat tertimbun longsor. Batu raksasa menutup seluruh badan jalan.
Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto, mengatakan bencana longsor terjadi pada pukul 17.45 WIB. Tebing batu yang berada di samping jalan tiba-tiba runtuh.
"Ada bongkahan batu yang berukuran cukup besar menutup total badan jalan. Saat ini akses jalan nasional dari Trenggalek ke Ponorogo maupun sebaliknya tertutup," kata AKP Sony, 3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak sampai menimbulkan korban maupun menimpa kendaraan.
"Sebelum batu besar runtuh, sudah ada batu-batu berukuran lebih kecil yang longsor, sehingga oleh warga sudah diantisipasi agar kendaraan tidak melintas," ujarnya.
Terkait kondisi ini, Satlantas Polres Trenggalek mengimbau para pengguna jalan yang hendak ke Ponorogo maupun sebaliknya untuk balik kanan.
"Jalur alternatif di Kecamatan Tugu sebetulnya ada, tapi tidak kami rekomendasikan karena kondisinya ekstrem, apalagi kalau untuk mobil," imbuhnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan kondisi ruas jalan nasional itu ditutup total untuk semua jenis kendaraan.
Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk proses penanganan lanjutan.
Rencananya malam ini alat berat pemecah batu akan didatangkan ke lokasi kejadian.
"BBPJN akan mendatangkan breaker untuk memecah batu. Kalau tidak balai breaker tidak bisa karena ukurannya cukup besar, ada satu truk," kata Triadi.
Akses kendaraan besar disarankan melintasi jalur utara melalui Kediri. Pihaknya masih belum bisa memastikan kapan jalur akan dibuka.
"Proses penanganan nanti juga memperhatikan kondisi stabilitas tebing, kami khawatir kalau sampai ada longsor susulan," imbuhnya.
(auh/dpe)











































