Sebanyak 390 titik Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipastikan siap beroperasi di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.
Hal itu terungkap saat detikJatim mengikuti paparan Dandim 0809/Kediri dalam agenda video conference bersama Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, serta Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah tampak duduk bersama dalam satu meja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paparan disampaikan Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah. Dalam penjelasannya, ia menyebut target pembangunan Gerai KDKMP di wilayah Kodim 0809/Kediri sebanyak 390 titik, menyesuaikan jumlah desa dan kelurahan di Kota dan Kabupaten Kediri. Hingga awal Maret, progres pembangunan telah mencapai sekitar 85 persen.
"Target kami 390 titik sesuai jumlah desa dan kelurahan. Saat ini progresnya kurang lebih 85 persen," kata Letkol. Inf Dhavid.
Dari total tersebut, sebanyak 337 titik telah terdukung pendanaan dengan nilai anggaran sekitar Rp 213,2 miliar. Sementara 53 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian dan koordinasi lintas sektor, terutama terkait persoalan lahan.
Menurut Dhavid, kendala utama berada pada status lahan, seperti lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), lahan sawah dilindungi, dan lahan baku sawah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi.
"Sudah kami komunikasikan dengan Bupati dan Wali Kota agar ada solusi terbaik, sehingga seluruh titik bisa segera terealisasi," jelasnya.
Secara rinci, Kabupaten Kediri memiliki 344 desa, sedangkan Kota Kediri terdiri dari 46 kelurahan. Progres pembangunan di wilayah Kabupaten Kediri disebut telah mencapai sekitar 96 persen dan menyisakan sekitar 4 persen yang masih terkendala.
Sisa titik tersebut berada di lahan Perhutani, lokasi dengan akses jalan terbatas sehingga perlu pembenahan, serta satu desa dengan jumlah kepala keluarga kurang dari 500 KK yang belum memenuhi persyaratan.
Sementara di Kota Kediri, kendala utama adalah keterbatasan lahan. Sejumlah kelurahan tidak memiliki lahan kosong karena wilayahnya telah dipadati ruko dan permukiman.
"Di kota memang ada kelurahan yang tidak memiliki lahan sama sekali. Karena itu bersama Forkopimda kami melakukan survei dan mengusulkan pemanfaatan aset milik Pemprov, Pemkot maupun BUMN yang tidak produktif untuk dijadikan lokasi Gerai KDKMP," pungkas Dhavid.
Dhavid menegaskan pembangunan Gerai KDKMP di seluruh desa dan kelurahan di Kota dan Kabupaten Kediri ditargetkan rampung pada Maret hingga April tahun ini.
"Tahun ini seluruh desa dan kelurahan wajib memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
(auh/hil)











































