Ayam krispi, anggur dan pisang dalam menu makan bergizi gratis (MBG) disebut-sebut tak layak konsumsi, viral di medsos. Bahkan, sebagian siswa sekolah dasar (SD) di Jombang yang menerima MBG tersebut enggan menyantapnya.
Video yang viral diposting akun Instagram @ingintauindonesia 5 hari lalu. Dalam video ini, tim dari Dewan Pendidikan Jombang melakukan sidak ke SPPG Mancar 3, Kecamatan Peterongan. Mereka membawa sampel pisang bagian menu MBG untuk SDN Kepuhkembeng 1, Kecamatan Peterongan.
Kondisi beberapa pisang itu memang kurang bagus. Sebab sebagian kulitnya menghitam, sedangkan dagingnya lembek karena terlalu matang. Sidak ini sempat menghangat karena tim dari Dewan Pendidikan Jombang sempat tidak dihiraukan oleh Kepala SPPG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semula Kepala SPPG berkelit. Setelah kami ajak bicara baik-baik, akhirnya dia merasa bersalah. Kalau dia tidak mau membenahi, akan kami laporkan ke Pak Bupati. Satu hari berikutnya dia ke sekolah, dia komitmen membenahi kualitasnya," kata Ketua Dewan Pendidikan Jombang Cholil Hasyim kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Inspeksi mendadak (sidak) tersebut, lanjut Cholil, ia lakukan pada Jumat (6/2). Sebab pihaknya menerima pengaduan masyarakat ihwal sebagian MBG untuk SDN Kepuhkembeng 1 tidak layak dikonsumsi.
Yaitu ayam krispi yang dibagikan kepada para siswa pada Kamis (5/2). Menu MBG hari itu berupa nasi, sayur, ayam krispi dan jeruk. Satu hari sebelumnya, Rabu (4/2), sebagian siswa menerima anggur busuk pada menu MBG mereka.
Pisang yang terlalu matang di menu MBG Jombang Foto: Istimewa |
Sehingga hari itu, ia lebih dulu sidak ke sekolah tersebut. Sedangkan pada saat sidak ke SDN Kepuhkembeng 1, pihaknya hanya menemukan sebagian pisang yang terlalu matang.
"Kemarin ada aduan masyarakat menu MBG yang tidak sesuai. Ada ayam yang kurang matang, buah (anggur) ada belatung, serta kemasan yang tidak sesuai sampel yang ditunjukkan. Kami lakukan ini untuk memfungsikan fungsi pengawasan dan mediasi Dewan Pendidikan," jelasnya.
"Daging ayamnya kurang layak dikonsumsi karena kurang matang. Karena di dalam daging dekat tulang masih banyak ditemukan darah. Sehingga kami tidak tega anak didik kami makan menu seperti itu. Banyak yang tidak mau, ada yang dikasihkan ke kucing, sebagian tidak peduli tetap dimakan," ungkapnya.
Sedangkan satu hari sebelumnya, kata Saudah, anggur dalam menu MBG yang diterima siswanya banyak yang busuk. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak menyeluruh. Sehingga anggur yang busuk dibuang oleh para siswa.
"Harapan kami pemerintah lebih memperhatikan SPPG agar MBG yang diberikan kepada para penerima manfaat layak konsumsi dan memenuhi standar gizi," ujarnya.
Kepala SPPG Mancar 3 Setyo Widodo mengakui sebagian buah kurang layak konsumsi sampai ke tangan para siswa merupakan keteledoran. Sehingga ia menyampaikan permintaan maaf kepada para penerima manfaat. Dapur MBG ini melayani 1.734 siswa di 29 sekolah.
"Untuk buah kami ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya di sini karena kami mengalami keteledoran di sini. Tapi saya pastikan tidak semua buah seperti itu karena kami di sini melakukan quality control. Mungkin ada beberapa buah yang tidak layak, tapi saya pastikan tidak banyak," terangnya.
Begitu pula dengan ayam krispi yang menurutnya hanya sedikit yang kondisinya agak keras. Terutama bagian paha. Namun, ia menegaskan ayam krispi itu dalam kondisi matang dan layak dikonsumsi. Sebab pihaknya mengolah dengan sistem rebus dan goreng.
"Kebanyakan memang bagian paha, kelihatan darah itu uratnya. Ke depan akan kami belah paha untuk ayam krispi supaya matang sempurna," tandasnya.
(ihc/dpe)












































