Dari tahun ke tahun, booth FD Sustain Beauty selalu menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi pengunjung Surabaya X Beauty. Hal tersebut masih terjadi di 2026, kesadaran pengunjung untuk membuang empties (kemasan bekas) secara bertanggung jawab terus meningkat.
Head of Creative Marketing Female Daily, Liana mengatakan, partisipasi pengunjung terhadap FD Sustain Beauty menunjukkan kenaikan. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara konsisten selama beberapa tahun membuat pengunjung kini lebih siap dan sadar saat datang ke acara.
"Dari tahun ke tahun si FD Sustain Beauty ini kita sudah nggak perlu mengedukasi lagi, karena ternyata mereka sudah cukup aware. Antusiasmenya justru makin meningkat," ujar Liana kepada detikJatim, Minggu (8/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, pada penyelenggaraan tahun lalu, FD Sustain Beauty berhasil mengumpulkan 4,8 ton sampah kecantikan dari tujuh kota. Untuk tahun ini, Surabaya menjadi kota pertama dalam rangkaian acara sehingga jumlah akhir masih akan dihitung setelah kegiatan usai sepenuhnya.
Di booth FD Sustain Beauty, pengunjung dapat memilah sampah kemasan secara mandiri sebelum disetorkan. Sampah dipisahkan ke dalam empat kategori, yakni plastik, kertas, botol, dan kaca. Pemilahan ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses daur ulang berjalan lebih efektif.
detikJatim memerhatikan, pengunjung yang mendekat ke booth ini kerap menenteng tas hingga koper berisi kemasan kosong skincare, bodycare, dan parfum. Mayoritas mengaku sengaja menyimpan empties selama berbulan-bulan untuk kemudian dibuang sekaligus saat Surabaya X Beauty digelar.
Salah satunya, Angraeni, ia rutin mengikuti FD Sustain Beauty setiap tahun.
"Ini aku kumpulin setahun, buangnya pas event ini aja. Soalnya kalau di tempat lain aku takut disalahgunain," katanya.
Hal serupa disampaikan Fadilah yang mengumpulkan dua kantong besar sampah kecantikan sejak Surabaya X Beauty tahun lalu. Ia menilai keberadaan booth FD Sustain Beauty memudahkan pengunjung untuk memilah dan membuang kemasan dengan lebih aman.
"Kalau di sini udah ada tempatnya kan, tinggal cemplung-cemplung aja sambil milah-milah gitu. Jadi lebih mudah sih menurutku," ucapnya.
Seluruh sampah kecantikan yang telah dipilah kemudian dikelola bersama Rekosistem. Pada gelaran sebelumnya, sekitar 95 persen sampah yang dihimpun berhasil didaur ulang dan diolah kembali menjadi bahan baku.
(auh/hil)











































