Jalur provinsi yang menghubungkan wilayah Malang dan Kediri, tepatnya di Dusun Kasin, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, diterjang tanah longsor. Material longsor menutup badan jalan, buka tutup pun diberlakukan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, tanah longsor terjadi pada Sabtu (7/2/2026), pukul 17.00 WIB ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngantang sejak pukul 15.00 WIB.
"Akibat hujan deras yang terus-menerus, tebing di pinggir jalan provinsi mengalami longsor di dua titik sekitar pukul 17.00 WIB. Laporan baru masuk ke Pusdalops pada pukul 18.30 WIB," ujar Sadono kepada wartawan, Sabtu malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, terdapat dua titik longsor utama yang menimpa badan jalan, titik pertama yakni tebing setinggi kurang lebih 10 meter dengan lebar 7 meter. Sementara titik kedua adalah tebing setinggi 12 meter, dengan lebar 6 meter.
Material tanah longsor menutupi separuh bahu jalan, sehingga akses transportasi dari kedua arah harus diatur secara bergantian.
Meski lalu lintas sedikit terhambat, kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan masih dapat melintas dengan sistem buka-tutup.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat. Pihak Bina Marga sudah mengoordinasikan pengiriman alat berat ke lokasi untuk mempercepat pembersihan material," tambah Sadono.
Hingga pukul 19.00 WIB, proses penanganan masih berlangsung di tengah kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan.
Para pengguna jalan yang akan melintasi jalur Ngantang diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil.
(auh/hil)











































