Jembatan Penghubung Desa di Ponorogo Ambrol, 2 Perempuan Terjatuh

Jembatan Penghubung Desa di Ponorogo Ambrol, 2 Perempuan Terjatuh

Charolin Pebrianti - detikJatim
Kamis, 05 Feb 2026 11:04 WIB
Jembatan Penghubung Desa di Ponorogo Ambrol, 2 Perempuan Terjatuh
Jembatan ambruk di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim
Ponorogo -

Jembatan Depok yang menghubungkan Desa Koripan dan Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, ambrol pada dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua perempuan terjatuh saat melintas dan mengalami luka.

Dua korban diketahui bernama Sri Winih (48) warga RT 2 RW 1 Dukuh Kepandean, Desa Bekare, serta Ani Wijayanti (31) warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal. Keduanya merupakan karyawan SPPG yang hendak berangkat kerja.

Saksi mata, Siti Maryam, warga Desa Nambak, mengaku sempat mendengar suara aneh sebelum kejadian. Namun ia tidak menyangka jembatan telah ambruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semalam sebelum kejadian itu ada suara seperti rrruuuggg, tapi saya tidak tahu kalau jembatan ambruk," kata Siti Maryam, Kamis (5/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sekitar setengah jam kemudian, Siti kembali mendengar suara keras disertai teriakan minta tolong.

"Selang setengah jam baru ada suara braaakkk, motor jatuh. Habis itu terdengar suara minta tolong," jelasnya.

Menurutnya, jembatan ambrol lebih dulu sebelum para korban terjatuh.

"Jembatan ambrol dulu baru ada korban jatuh. Yang ambrol sisi utara jembatan, sementara korban dari arah selatan," imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka-luka. Salah satu korban dilaporkan mengalami patah tulang, sementara korban lainnya mengalami luka di dagu dan gigi patah.

"Korban dua orang, perempuan semua. Infonya ada yang patah tulang, satunya gigi bolong dan luka di dagu. Korban sempat histeris minta tolong," ujarnya.

"Yang membantu akhirnya suami dan kakak saya, karena kejadiannya tengah malam," tambahnya.

Siti menyebut jembatan tersebut sudah rusak sejak puluhan tahun lalu dan hanya bertahan dengan jembatan darurat.

"Namanya Jembatan Depok. Ini sudah rusak puluhan tahun, tetap dipertahankan pakai jembatan darurat sekitar tujuh tahunan," terangnya.

Ia menjelaskan sebelumnya bagian selatan jembatan sempat ambrol, namun kali ini kerusakan justru terjadi di sisi utara hingga menyebabkan jembatan roboh total.

"Dulu yang ambrol bagian bawah sisi selatan, sekarang malah sisi utara sekalian jembatannya," kata dia.

Akibat ambrolnya jembatan tersebut, akses penghubung antar desa terputus total. "Setelah ambrol ini, jembatan tidak bisa dilewati sama sekali. Kalau mau lewat harus mutar sekitar 4 sampai 5 kilometer," jelas Siti.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Walikun, yang mengaku jembatan tersebut merupakan akses utama warga.

"Biasanya lewat sini, sekarang gak bisa. Ya muter lewat Bekare, lumayan jauh," ujarnya.

Menurut Walikun, jembatan darurat sudah bertahan lebih dari lima tahun sebelum akhirnya roboh akibat banjir.

"Jembatan darurat sudah lebih dari lima tahun. Kena banjir akhirnya longsor. Kalau mutar bisa sampai 10 kilometer," katanya.

Sementara itu, warga sekitar Alvian Dwi Purnomo menyebut kerusakan jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak tahun 2025.

"Sebenarnya sudah ada tanda-tanda sejak 2025, ada retakan di pondasi jembatan," jelas Alvian.

Ia menambahkan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis lalu memperparah kondisi jembatan.

"Hujan deras menyebabkan banyak sampah menyangkut di pondasi. Akhirnya dini hari jembatan roboh," pungkasnya.

Warga kini harus memutar dengan jarak tempuh lebih jauh karena jembatan yang menghubungkan Desa Bekare dan Nambak tidak bisa dilalui sama sekali.




(hil/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads